Sleman – Kabupaten Sleman saat ini sedang merintis energi biogas. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai ketergantungan terhadap gas konvensional. Dengan anggaran sebesar Rp 120 juta, proyek percontohan ini dimulai pada 7 dusun yang tersebar di 4 Kecamatan. Pemanfaatan teknologi ini mempergunakan kotoran sapi yang kemudian ditampung pada di gester, lalu di salurkan pada rumah-rumah warga.
Kepala Seksi Pengembangan Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Purwoko kepada wartawan, kemarin mengatakan, hal tersebut merupakan usaha Pemkab untuk menjaga ketahanan energi masyarakat desa. Untuk itu Ia berharap dengan adanya program Biogas, warga memperoleh sumber energi terbarukan.
“Saya harap warga desa tidak bergantung pada gas elpiji dan kayu bakar. Karena sudah ada alternatif bahan bakar baru,” kata Purwoko.
Sementara Ratih (28) warga Karanggawang Mororejo, Tempel merasakan manfaatnya. Menurutnya sejak menggunakan biogas masakannya cepat matang. Selain itu menghemat pengeluaran karena tidak perlu membeli gas. “Apinya besar dan biru, jadi masakan cepat matang,” ungkapnya.


