2014 Sleman Mulai Terapkan Kurikulum Baru

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa di tahun 2014 ini Sleman mulai menerapkan kurikulum yang baru sehingga kepala sekolah juga diharapkan mampu memotivasi para guru untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menerapkan kurikulum baru tersebut.

Selain itu pada tahun ajaran 2014-2015 ini merupakan yang pertama kalinya bagi Sleman dalam menyelenggarakan Pendaftaran Peserta Didik Baru secara Real Time Online (RTO). Namun demikian sistem RTO tersebut baru dilakukan sepenuhnya pada jenjang SMA negeri dan 23 SMP negeri dari 49 SMP negeri yang ada di Sleman.

“Saya harapkan berdasarkan pengalaman tahun ini, maka di tahun mendatang seluruh SMP negeri juga telah siap melakukan PPDB dengan sistem RTO. Untuk itu para guru dan kepala sekolah harus mampu menjalankan amanah tersebut agar anak-anak kita memiliki kemudahan dalam memilih sekolah dan mengurangi beban para orangtua untukmencari sekolah bagi anaknya,” kata Sri Purnomo disela – sela pelantikan Kepala Sekolah yang berlangsung di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (21/8).

Dikatakan Sri Purnomo bahwa sebagai kepala sekolah, merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa dalam hal pembentukan karakter baik dalam hal disiplin, maupun dalam hal etika dan moral. Terlebih lagi saat ini telah menerapkan kurikulum baru yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Memberikan pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan. Disamping itu diperlukan juga kesiapan mental dan ketangguhan karakter untuk mereduksi dampak negatif dari keterbukaan informasi.

Menurut Sri Purnomo, kepala sekolah juga memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah. Terlebih lagi pada tingkat sekolah dasar, tidap terdapat petugas urusan tata usaha untuk membantu seorang kepala sekolah dalam peng-administrasian dokumen-dokumen sekolah.

“Karena itu pelantikan kepala sekolah ini juga merupakan langkah yang strategis bagi para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk melakukan penataan dan konsolidasi manajemen sekolah masing-masing jika perlu. Saya berharap pada tahun depan kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik ini, dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa di lingkungan Kabupaten Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo, semua kebijakan, kegiatan yang dilaksanakan kepala sekolah, guru, dan karyawan harus dalam koridor regulasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini keberadaan komite sekolah juga sangat penting karena komite sekolah merupakan perwakilan dari orangtua siswa. Keputusan yang diambil oleh komite sekolah juga harus mengapresiasi seluruh aspirasi orangtua siswa, bukan hanya beberapa wali murid saja. Hal ini dikarenakan keputusan komite sekolah akan berdampak pada seluruh orangtua siswa.

Sedangkan kepala sekolah yang dilantik tersebut sebanyak 17 orang, 10 diantaaranya sebagai kepala Sekolah Dasar dan 7 orang sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama. ***

image_pdfimage_print
Bagikan: