Sleman – Ratusan warga di Kabupaten Sleman diduga terkena cikungunya. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Gamping, Mlati dan Godean.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilinda Nuraini, mengatakan sejak Januari hingga Maret 2014 lebih dari 100 warga terkena penyakit yang sering membuat ngilu di persendian tersebut.
Selain ketiga kecamatan tersebut, Depok dan Kalasan juga diwaspadai serangan cikungunya karena padatnya populasi penduduk.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat akan terus meninggalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Langkah tersebut merupakan cara efektif guna memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Sebab hanya butuh waktu tiga hari bagi jentik untuk tumbuh menjadi nyamuk dewasa,” kata Linda, kemarin.
Linda mengungkapkan, masih munculnya kasus cikungunya diduga karena penanganan dalam pencegahan penyebaran nyamuk kurang maksimal dan tidak tepat sasaran. Selain itu, masih banyak masyarakat yang meminta dilakukannya fogging. Padahal langkah tersebut justru kurang efektif karena penggunaan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.


