Komunitas Sosmed Jogja Berharap Pejabat Sleman Tak Gaptek

Sleman – Komunitas Sosial Media (Sosmed) Jogja menaruh harapan bagi para pejabat Sleman untuk tidak Gaptek alias peduli dan sadar teknologi informasi yang saat ini berkembang pesat. Hal ini terungkap dalam pertemuan Wakil Bupati Sleman,Yuni Satia Rahayu SS MHum dengan para pelaku Sosial Media Jogja di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, kemarin.

Beberapa pelaku Sosial Media Jogja yang ikut hadir diantaranya Jogja Up date, Nonton YK, Guyon Angkring, Jogyakarata City, Brand Indonesia, Kaskus, Lalin Jogja dan lainnya, hadir pula dari I Radio, Pengurus Desa Wisata Pulesari dan perwakilan Dimas Diajeng Sleman. Dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Telkom Sleman Basuki juga ikut mendampingi Wakil Bupati dalam menerima para pelaku Sosial Media Jogja

Dalam pertemuan tersebut para pelaku Sosial Media Jogja, mengaku prihatin karena  masih saja ada pejabat Sleman yang gaptek, sehingga tidak bisa mengakses langsung keluhan ataupun permasalahan yang muncul di masyarakat. Kondisi ini menurut para pelaku Sosial Media Jogja juga diistilahkan Jogja umumnya dan Sleman khususnya seperti Kota Hantu karena info di Sosial Media tidak mendapat tanggapan dari aparat pemerintah.

Hal ini sangat ironis dengan kondisi DIY sebagai kota Pendidikan dan Budaya. Melihat kondisi ini Wakil Bupati Sleman diharapkan bisa menginspirasi para pejabat Sleman untuk bisa kuasai Sosial Media sehingga ada komunikasi masyarakat dengan pejabat.

Menanggapi hal tersebut Yuni memberikan apresiasi kepada para pelaku Sosial Media Jogja, walaupun Pemkab Sleman saat ini telah menyediakan beberapa fasilitas Sosial Media di instansi baik yang dikelola Dinas Hubkominfo, Bagian Humas Sleman maupun Dinas yang lain. Namun diakui masih banyak pula kekurangannya dan masih ada pejabat Sleman yang gaptek, sehingga ke depan akan diupayakan untuk peningkatannya.

“Kerjasama yang baik dengan para Sosial Media di Jogja akan terus diupayakan untuk menjembatani hubungan dengan masyarakat. Karena dengan kerjasama dengan pelaku Sosial Media Jogja permasalahan terhadap pelaksanaan kebijakan yang diambil di Pemkab Sleman akan mendapat tanggapan langsung dari masyarakat,” kata Yuni.

Dengan tanggapan yang beragam tentu merupakan masukan yang berharga dan akan dapat langsung mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan. Diakui Yuni problem dan dinamika di Sleman sangat banyak dan kompleks, seperti permasalahan sampah, lalu lintas, listrik, air, kekeringan, reklame, kos-kosan, kenakalan remaja, kekerasan dan lainnya.

Dengan adanya kontrol dan masukan dari para pelaku Sosial Media Jogja maka permasalahan yang muncul dapat diketahui sehingga akan dapat segera diatasi.

image_pdfimage_print
Bagikan: