Bupati Buka Jambore PIK R

Sleman – Pemahaman generasi muda dan remaja terhadap kesehatan reproduksi harus dimulai dengan penanaman nilai-nilai positif pada remaja. LPembentukan kembali pola pikir sebagian remaja yang telah keliru juga menjadi bagian penting dari upaya kita. Banyak dari remaja kita yang tidak tahu harus mencari informasi ke mana berkaitan dengan reproduksi,” kata  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI ketika membuka Jambore Pusat Informssi dan Konseling Remaja (PIK R) dan pengukuhan pengurus Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja Periode tahun 2014-2017 di Desa Wisata Kelor Turi, Minggu (26/10).

Menurut Sri Purnomo  pengenalan kesehatan reproduksi pada remaja menjadi bekal penting generasi penerus tersebut untuk mengarungi masa depannya. Pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang meluap-luap harus didampingi dengan bekal pengetahuan yang cukup. Hal ini dikarenakan keinginan mencoba-coba olel remaja tidak berlandaskan informasi yang tepat.

“Hal inilah yang menyebabkan pacaran yang kebablasan hingga kehamilan di luar nikah menjadi akibat yang banyak terjadi di masyarakat. Bahkan, hal tersebut akhir-akhir menjadi peristiwa yang biasa terjadi,” kata Sri Purnomo.

Oleh karenanya orangtua perlu memberikan pengetahuan pada anak-anak mereka sejak dini, khususnya saat usia remaja karena selama ini pengetahuan mengenai reproduksi di kalangan remaja masih rendah. Banyak hal yang menyebabkannya, diantaranya yaitu remaja tidak tahu harus bertanya pada siapa dan di mana tentang kesehatan produksi. Akses pada informasi yang baik dan benar tentang kesehatan reproduksi juga sangat terbatas.

Disinilah peran guru, orangtua, teman sebaya, PIK, dan media massa diperlukan kehadirannya. Selain itu komunikasi efektif antara orangtua dan remaja tentang kesehatan produksi juga harus diimplementasikan sehingga orangtua juga dituntut untuk memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai kesehatan produksi.

Orangtua juga harus mendampingi saat anak-anaknya mengakses informasi melalui berbagai informasi di media. Banyak informasi di media yang menyesatkan, menyebabkan kehidupan seksualitas remaja tak sehat dan tak bertanggung jawab. “Ini merupakan tugas kita semua untuk memberi proses pemahaman tersebut kepada remaja kita,” tambah Sri Purnomo.

Artinya bahwa hal ini bukan hanya tugas pemerintah yang mengurusi Keluarga Berencana, tetapi juga orang tua, tokoh agama, guru dan kepala sekolah. Oleh karena itu dengan  aktifnya Pengurus PIK  R yang giat menyelenggarakan kegiatan diharapkan mampu memberikan informasi yang benar kepada para remaja dan tanggung-jawab melakukan pembentukan kembali mindset remaja kita yang salah.

Untuk itu dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh kader PIK R dan para peserta  semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, khususnya dalam upaya pembangunan generasi muda yang sehat.

Hanya dengan semangat dan kerelaan untuk bekerja keras maka, peran penting PIK R dalam mendukung terciptanya keluarga sejahtera di masa datang akan terwujud.***

image_pdfimage_print
Bagikan: