Puncak HUT RSUD Sleman Berlangsung Meriah

DSC_0581Sleman – Puncak acara HUT ke   RSUD Sleman di halaman depan RSUD, Sabtu (21/11) berlangsung meriah. Acara dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi cuci tangan dengan sabun yang ditampilkan oleh para karyawan RSUD Sleman baik pramedis maupun non paramedis sampai dengan juru parkir juga ikut lomba.  Tarian ini dilombakan dan yang menjadi nominator juara berhak tampil dalam puncak HUT RSUD. Penampilan peserta cukup menarik dengan kreasi tari, ide cerita dan kostum beraneka ragam.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang  hadir beserta istri Ny Kustini Sri Purnomo, Sekda Sleman, Direktur PD BPR Bank Sleman, Direktur BPD DIY Cabang Sleman, Direktur Bank Mandiri, Komite Medis RSUD, Kepala Dinas Kesehatan Sleman dan pejabat lainnya serta tokoh masyarakat sekitar RSUD. Yang menarik dalam acara ini semua karyawan/karyawati menggunakan busana adat Jawa sehingga cukup mengundang perhatian dari pengunjung RSUD Sleman.

Dr Senik Windyawati selaku ketua penyelenggara mengatakan berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT RSUD Sleman di antaranya kegiatan lomba resensi buku dari TBM Taman Bacaan Masyarakat yang ada di RSUD kerjasama dengan TPKK Sleman, futsal, lomba menghias tumpeng dan lomba tari kreasi cuci tangan yang diikuti 34 group mulai dari pejabat struktural direktur, wakil direktur, perwakilan bagian, subag, bidang, seksi, unit pelayanan, instalasi, poliklinik, bangsal, kru satpan, cleaning service sampai dengan juru parkir yang berhasil menjadi juara favorit yang penampilannya yang heboh dengan kostum dan dandan ala pasukan banci. Sebagai juara I tari kreasi cuci tangan bangsal nusa indah, juara II poliklinik dan juara III intalasi farmasi.

Lomba cuci tangan ini diadakan mengingat cuci tangan menjadi keharusan bagi semua personil dan diharapkan menjadi budaya sehari-hari di RSUD. Dari misi tersebut panitia mengadakan lomba cuci tangan yang dikemas dalam kreasi dan modifikasi gerak, lagu, musik dan tari sehingga menghasilkan suatu kolaborasi hasil karya seni gerak tari yang indah dan mendapat respon yang luar biasa dari seluruh jajaran yang ada di RSUD.

Sementara  dr Joko Hastaryo MKes, Direktur RSUD Sleman menyampaikan dalam acara HUT RSUD Sleman ini menggunakan busana Jawa dimaksudkan untuk ikut nguri-uri melestarikan budaya sekaligus dalam mendukung Keistimewaan Jogja. Disampaikan juga sebenarnya RSUD Sleman sudah melakukan pelayanan sejak jaman kemerdekaan namun baru diakui sebagai rumah sakit daerah sejak 7 November 1977 sehingga dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun RSUD Sleman.

RSUD Sleman dari tahun ke tahun selalu berbenah dan berupaya meningkatkan pelayanan, di antaranya pembangunan gedung baru sudah mencapai 75 % dan diharapkan akhir 2015 sudah dapat selesai. Selain itu RSUD Sleman juga telah membuka Bank Darah 24 jam sebagai syarat Rumah sakit PONEK (pelayanan obstetri neonatal komprehensif/pelayanan persalinan), unit CSSD yang merupakan pusat sterilisasi RSUD dan CT Scan diinstalasi radiologi sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke luar langsung bisa dilayanai serta klinik eksekuti.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan HUT ke 37 RSUD Sleman terlebih dengan tarian cuci tangan yang dipentaskan, mengingat kebersihan mutlak harus dilakukan oleh tenaga paramedis di RSUD Sleman. Selain itu dalam memberikan pelayanan kesehatan telah dapat dirasakan manfaatnya yakni dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Terbukti dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia menjadi 84 dan rata-rata untuk tahun 2013 sebesar 79,97 sehingga hampir mendekati 80 dari target visi misi Sleman­.

Dengan derajat kesehatan meningkat maka usia harapan hidup masyarakat Sleman juga meningkat sampai 76 tahun. HUT RSUD Sleman ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman yang kemudian diserahkan kepada Direktur Bank Sleman dan Wakil Direktur serta pembukaan slubung logo baru RSUD Sleman sebagai wujud komitmen peningkatan kualitas pelayanan RSUD.

image_pdfimage_print
Bagikan: