Sleman – Musyawarah Daerah Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (LGN-OTA) merupakan salah satu momen strategis untuk menyusun langkah dan rencana untuk lebih mengoptimalkan peran LGN-OTA Kabupaten Sleman dan memberikan kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja di masa lalu serta menyusun program-program ke depan.
Untuk itu, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Sleman menggelar Musda LGN-OTA dengan pengurus L-OTA DIY dan sejumlah perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Selasa (9/12). Hadir pada acara ini Asisten Sekda Bidang pembangunan, Dra Suyamsih MPd, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Dra Sudarningsih MSi dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Drs H Hery Sutopo MM MSc.
Sudarningsih menyampaikan bahwa dalam rangka memberikan pemenuhan kebutuhan mendasar anak-anak usia sekolah melalui bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Pada tahun 2013 yang lalu sejumlah 3.191 siswa SMK dan 425 siswa SMA telah menerima bantuan pendidikan ini. Sedangkan pada tahun 2014 pemberian jaminan pembiayaan pendidikan daerah bagi siswa miskin dan rawan miskin telah dialokasikan kurang lebih Rp 12,3 miliar, untuk 4.927 siswa SMA/SMK/MA.
Pada tahun 2014 jumlah bantuan anak asuh yang disalurkan sebesar Rp 33 juta untuk 270 siswa dengan rincian 260 orang siswa SD/ MI dengan alokasi bantuan per anak Rp 120 ribu dan 10 orang siswa MTs dengan alokasi bantuan per anak Rp 180 ribu. Kedepannya diharapkan pemberian jaminan pendidikan melalui beasiswa pendidikan dapat lebih ditingkatkan lagi dengan sinergi dan keterpaduan program agar dapat dicapai hasil yang lebih optimal.
Terlebih lagi menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015 nanti, Pemkab Sleman memiliki kebijakan untuk meningkatkan kualitas SDM dalam proses belajar mengajar dan mutu lulusan serta relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Oleh karena itu dibutuhkan peran serta LGN-OTA untuk turut serta menuntaskan pendidikan bagi siswa-siswi Sleman yang kurang memiliki dana untuk sekolah.


