KWT “Karanglo Makmur” Berinovasi Membuat Bonggol Pisang Jadi Kripik

1812 SLEMAN KRIPIK BONGGOLSleman – Siapa yang menyangka bonggol pisang yang biasanya hanya teronggok menjadi sampah dan tidak bermanfaat, ternyata bisa diolah jadi camilan yang lezat dan renyah. Di tangan Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Karanglo Makmur’ Dusun Karanglo Desa Sukoharjo Kecamatan Ngaglik, bonggol pisang yang biasanya dibuang itu dimanfaatkan menjadi camilan kripik.

Ketua KWT ‘Karanglo Makmur’ Ny Hadi Purnomo menuturkan, awalnya memang tak ada yang menyangka kalau bonggol bisa bisa diolah jadi makanan. Ceritanya pada tahun 2009, usai mendapat pelatihan, mendapat inspirasi untuk coba mengolah bonggol pisang.

Berkali-kali dicoba ternyata bisa mengolah bonggol pisang jadi keripik. Namun saat akan ditawarkan ke tetangga untuk mencicipinya, ternyata tak ada yang mau.

“Mereka takut, jangan-jangan malah keracunan kalau makan keripik bonggol pisang ini. Namun lama kelamaan akhirnya ada yang berani mencoba dan setelah merasakan enaknya keripik tersebut, mulailah kripik bonggol pisang ini diproduksi,” kata Ny Hadi di rumahnya, kemarin.

Namun demikian, tidak sembarang bonggol pisang bisa diolah jadi camilan. “Kami hanya menggunakan bonggol pisang kluthuk dan kepok saja. Selain teksturnya lebih lembut dan tidak banyak serat, rasanya juga lebih enak,” tambah Ny Hadi.

Saat ini, produksi kripik bonggol pisang sudah cukup banyak sekitar 50 kg tiap bulannya. Selain untuk pasar lokal, juga sudah menembus Lampung sampai Kalimantan.

Dengan harga kripik sekitar Rp 40.000 perkilogramnya, omzet kelompok tani ini sudah mencapai hampir Rp 1 juta perbulannya. Padahal, kelompok ini juga memproduksi kripik pisang, kripik kenikir dan kripik daun singkong.

image_pdfimage_print
Bagikan: