Sleman – Jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin di Kecamatan Berbah tergolong masih tinggi. Pasalnya, jumlah KK yang masih dibawah garis kemiskinan mencapai lebih dari 10 persen dari jumlah KK keseluruhan yang mencapai sekitar 14 ribu KK. Bahkan data dari Kecamatan Berbah tercatat, jumlah KK miskin di wilayah tersebut mencapai 2.031 KK atau 14,5 persen dari jumlah KK keseluruhan sesuai dengan versi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Sementara menurut versi Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah KK miskin di Kecamatan Berbah mencapai 2.295 KK atau 16,3 persen dari keseluruhan KK.
Demikian diungkapkan Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Berbah, Setiharno kepada wartawan, Jumat (20/2). Menurut Setiharno, meski jumlah KK miskin di Berbah tergolong tinggi namun berbagai upaya pengentasan kemiskinan sudah gencar dilakukan oleh pemerintah termasuk Pemerintah Kecamatan Berbah.
“Upaya pengentasan kemiskinan di Berbah dilakukan melalui dua cara, yakni melalui bantuan fisik dan pemberdayaan masyarakat,” kata Setiharno.
Untuk fisik, Kecamatan Berbah menggandeng Pemkab dan intitusi swasta dalam bantuannya. Namun bantuan ini bersifat stimulan untuk bangkit dari kemiskinan. Program pengentasan kemiskinan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemberdayaan masyarakat miskin melalui kelompok usaha. Kelompok usaha pemberdayaan masyarakat ini bergerak di bidang ekonomi kreatif. Kelompok ini sendiri sudah ada di beberapa desa seperti Tegaltirto dan Sendangtirto.
Pembinaan dilakukan dengan memberikan pelatihan usaha, untuk kemudian akan menjadi modal KK miskin untuk keluar dari kemiskinan asal mau berkembang. Kendati demikian, yang menjadi kendala dari usaha pengentasan ini justru dari mental KK miskin untuk mau bangkit. Sebab biasanya warga yang tadinya tergolong miskin, saat kehidupannya sudah masuk kategori tidak miskin lagi, tetap minta diperlakukan seperti sebelumnya.
Dicontohkan Setiharno, mereka tetap minta adanya bantuan dan hal-hal lain yang mestinya mereka sudah tidak berhak lagi.
“Karena itu, sekarang kami sedang melakukan pendataan untuk update data KK miskin di Berbah. Termasuk mensinkronkan antara data Pemkab dan BPS. Dengan begitu nantinya angka pasti KK miskin hanya ada satu. Sehingga untuk bantuan nanti benar-benar tepat sasaran,” kata Setiharno.


