ABJ di Gamping dan Godean Masih Rendah

Sleman – Angka Bebas Jentik (ABJ) baik di wilayah Kecamatan Godean maupun Gamping ternyata masih rendah. Hal tersebut sesuai hasil monitoring yang dilakukan di Dusun Sentul , Sidoagung Godean, Jumat (20/2). 

“ABJ nya masih 81,4 % sesuai hasil monitoring di 156 rumah/KK, 29 rumahnya masih dijumpai adanya jentik baik yang ada di bak mandi, tempat penampungan air, bekas kaleng maupun ban bekas,” kata Hindarti Wilujeng BSc dari Dinkes Sleman usai melakukan evaluasi monitoring jentik, kemarin.

Sementara tim jumantik yang monitoring di Dusun Banyumeneng, Banyuraden Gamping dari 106 KK/rumah, 34 rumah juga masih dijumpai jentik hingga ABJ nya hanya 67,9 %.

“Di dua tempat tersebut masih jauh dari target yaitu 95 %,” kata Hindarti.

Monitoring yang melibatkan berbagai instansi tersebut antara lain Dari Dinkes Sleman sebagai leading Sektor, Polres Sleman, Kodin Sleman, Polsek , Koramil, dan Jumantik masing -masing Kecamatan, Desa dan dusun. Dengan rendahnya ABJ tersebut menunjukkan bahwa ancaman DB masih cukup tinggi, untuk itulah peran serta semua pihak  sangat diperlukan agar target ABJ 95 % bisa tercapai.

Ditambahkan  Hindarti bahwa  rendahnya ABJ tersebut dimungkinkan belum rutinnya masyarakat  menguras tempat  air/bak mandi yang dua kali seminggu, untuk itu masyarakat diharapkan secara rutin menguras tempat air tersebut. Disamping itu juga banyaknya sampah bisa berupa kaleng bekas, ban bekas maupun pot bunga yang tergenang air, dan itu perlu diwaspadai, dan yang tidak kalah pentingnya adalah bekas potongan bambu yang digenangi air.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk menguraangi kasus DB perlu digerakkannya jumantik baik yang ada di Kecamatan, Desa maupun dusun . Dan yang perlu diketahui oleh masyarakat bahwa untuk mencapai target AJB tidak harus dengan fogging, karena disamping fogging biayanya cukup tinggi juga kurang efektif, karena yang mati hanya nyamuknya sementara jentiknya tidak. Termasuk justru binatang yang lain bisa mati seperti cicak, padahal cicak adalah predator nyamuk.

image_pdfimage_print
Bagikan: