Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan munculnya penolakan atas pembangunan hotel dan apartemen di wilayah Sleman, menjadi perhatiannya. Sebab mayoritas penolakan yang muncul lantaran kekhawatiran akan gangguan lingkungan yang terjadi akibat pembangunan hotel maupun apartemen.Â
Penolakan pembangunan aparteman yang sampaikan oleh warga Gadingan, Sinduharjo, Ngaglik langsung kepada Bupati Sleman belum lama ini juga dikarenakan warga khawatir pembangunan apartemen di lingkungannya akan berdampak menyusutnya sumber air yang ada. Terlebih penggunaan air pada hunian modern ini cukup besar jika dibandingkan keperluan warga.
Atas dasar tersebut, Sri Purnomo meminta pengembang hotel dan apartemen untuk lebih memanfaatkan air yang disediakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Hal tersebut diperlukan untuk menghindari konflik antar pengembang dengan warga sekitar lokasi pembangunan.
“Kebanyakan warga menolakan pembangunan hotel maupun apartemen karena permasalahan air, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian pengembang,” kata Sri Purnomo, Senin (23/3).
Hal ini menyusul ketidakpercayaan atas pembuatan sumur dalam yang disyaratkan kepada pengembang. Untuk itu, penggunaan air dari PDAM menjadi solusi dalam permasalahan ini. Dengan menggunakan air dari PDAM tentu akan lebih terkontrol dan masyarakat pun tidak terganggu.
Untuk itu Sri Purnomo meminta PDAM Sleman siap permasalahan ini. Seperti pemenuhan atas kebutuhan air yang cukup besar di hunian modern ini dan jaminan atas gangguan instalasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Hal ini tentu akan menjadi tantangan bagi PDAM sebagai pihak penyedia air yang dibutuhkan pada aparteman maupun perhotelan,” kata Sri Purnomo.
Sementara Direktur PDAM Sleman, Drs Dwi Nurwata mengaku siap akan kebutuhan suplai air yang besar ke apartemen dan perhotelan di Sleman. Terlebih, di tahun ini institusinya telah menyiapkan kebutuhan air untuk pelanggan-pelanggan besar. Khususnya di wilayah pengembangan hotel, apartemen, dan kondotel. Misalnya, di Depok, Mlati, dan Sleman.
“Agar tak mengganggu pelanggan air rumah tangga, PDAM akan menambah debit air antara 50-60 liter per detik. Hal ini dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan yang besar,” kata Dwi Nurwata.
Apalagi sampai akhir 2014 masih ada sisa debit air 70 liter per detik dan akan ditambah lagi.


