Sleman – Isu adanya blacklist masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi siswa SMA N I Sleman karena ada siswa yang melakukan tindak kriminal dibantah oleh Humas UGM dan UIN. Hal tersebut disampaikan Wijayanti, Kabid Humas UGM dan Humas UIN Jogja Rahmi Tri Mei Maharani di Sleman, Rabu (24/6).
Wijayanti mengatakan pihak UGM tidak pernah memblacklist sekolah dari manapun juga di seluruh Indonesia, sehingga penentuan siswa yang lolos di UGM murni mengikuti aturan dari jalur seleksi yang telah ditetapkan. Kalau melalui jalur SNMPTN berdasarkan catatan akademik/nilai raport dari siswa yang bersangkutan, sementara bila melalui jalur SBMPTN maupun UM berdasarkan hasil tes tertulis siswa yang bersangkutan.
“Jadi dalam selelsi tidak mempertimbangkan apakah sekolah pernah melakukan hal yang negatif, baru setelah siswa masuk UGM melakukan hal yang melanggar peraturan baru dikenakan sanksi sesuai aturan yang ada di UGM,” kata Wijayanti.
Kalau kebetulan siswa tidak diterima melalui jalur SNMPTN itu kemungkinan karena pilihan program study yang ketat persaiangannya. Hal yang senada juga disampaikan, Rahmi Tri Mei Maharani Humas UIN Sunan Kalijaga Jogja, bahwa pihak UIN juga tidak pernah melakukan blacklist kepada sekolah manapun. Bila hal itu dilakukan berarti UIN Suka akan mencelakan dan merugikan pihak sekolah, sehingga hal itu hanya rumor yang tidak benar.
Rahmi juga menegaskan yang tidak benar bila pihak sekolah menganulir nilai raport, bila hal ini dilakukan langsung tidak akan diterima. Penerimaan mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga dilakukan melalui 5 jalur, yakni SNMPTN, SPAM – PTAIAN (Diselenggarakan Kemenag RI), SBMPTN, UM PTAIAN dan jalur mandiri reguler.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Arif Haryono SH mengakui siswa sekolah di Sleman jumlahnya sedikit yang diterima melalui jalur SNMPTN, tidak sebanyak yang melalui program SBMPTN dan UM. Siswa tidak dapat diterima melalui jalur SNMPTN, semata-mata karena idealisme anak maupun orangtua dalam memilih Program Studi tanpa melihat nilai raport yang ada.
Namun demikian pihak sekolah juga telah berusaha membimbing siswa dalam menentukan pilihan. Arif juga menegaskan dengan adanya penjelasan dari pihak PTN ini menyanggah adanya rumor blacklist tersebut tidak benar.


