Antisipasi Kekeringan BPBD Siapkan 100 Tangki Air

Sleman – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Juli Setiono Dwi Wasito MHum mengatakan kantor BPBD Sleman telah menyiapkan  100 tangki air sebagai antisipasi bencana kekeringan yang melanda wilayah setempat. Droping air tersebut akan diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Proses pendistribusian air untuk droping ini dilakukan berdasarkan pengajuan dari masyarakat melalui pemerintah desa. Hal tersebut dilakukan agar bantuan droping sampai kepada masyarakat yang sangat membutuhkan,” kata Juli Setiono, Minggu (1/8).

Menurut Juli Setiono sebagai persiapan, apabila ada masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan ke BPBD melalui desa dan akan segera dilakukan droping, terutama lokasi yang belum tersambung instalasi air bersih. Namun air yang didroping ini untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, bukan sebagai pengairan lahan. Juli Setiono juga menyampaikan puncak kemarau diprediksi dalam kurun Agustus-September. Selama masa tersebut, pihaknya akan terus memantau wilayah-wilayah rawan kekeringan.

Sedang peta wilayah rawan kekeringan di Sleman  antara lain di Prambanan dan sebagian Gamping. Namun untuk Gamping dapat diantisipasi dengan  adanya instalasi air bersih dari PDAM Sleman dan cadangan air dari sejumlah embung.

Kendati demikian, Juli Setiono menyatakan darurat kekeringan belum diberlakukan. Pasalnya meski musim kemarau telah berlangsung, namun ancaman kekeringan di wilayah Sleman dinilai masih belum signifikan. Pasalnya di wilayah yang menjadi langganan kekeringan masih mendapatkan suplai air bersih.

Terutama lanjut Juli Setiono, di Prambanan sejauh ini masyarakat masih dapat mengakses air bersih dari sistem sumur yang dibangun di sana. Saat ini, pasokannya masih lancar dan jumlah debit air masih mencukupi.

image_pdfimage_print
Bagikan: