Sleman – Taman Nasional Gunung Merapi (TMGM) berencana menggelar Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke 70 berssama pendaki di kawasan Pasar Bubrah pada tengah malam 17 Agustus 2015 serta akan mengajak pendaki melakukan pengumpulan dana untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung.
“Kami akan mengadakan penggalangan dana peduli bencana Sinabung. Para pendaki diajak untuk berpartisipasi,” kata Kasubag Tata Usaha TNGM, Tri Atmojo kepada wartawan, Rabu (12/8).
Selain itu, dalam rangka peringatan HUT RI, TNGM juga mengajak pendaki untuk melakukan bersih-bersih lokasi sekitar gunung. Mereka diminta memungut sampah yang ditemukan di sepanjang rute pendakian. Namun demikian, pendaki diingatkan agar tetap mematuhi aturan bahwa batas akhir hanya sampai di Pasar Bubrah. Untuk pengawasan pendakian, TNGM bekerjasama dengan SAR DIY, SAR Klaten, PMI Boyolali, dan Barameru SAR Boyolali.
“Peringatan 17 Agustus biasanya banyak warga yang melakukan pendakian. Kami nilai ini momentum yang tepat untuk meningkatkan kesadaran sekaligus edukasi kepada pendaki agar mematuhi aturan,” kata Tri.
Dalam pengamanan nanti, pihaknya juga akan bekerjasama dengan instansi lainnya. Diantaranya seperti Barameru SAR Boyolali, SAR Klaten, SAR DIY, serta PMI Boyolali. Ditegaskan, jalur pendakian resmi hanya melalui pos Selo di Boyolali. Untuk event tertentu seperti peringatan HUT RI, kuota pendaki dibatasi sebanyak 2.000 orang. Dia menambahkan, sampai saat ini jalur pendakian Merapi masih normal, meski pada Selasa (11/8) ada peristiwa guguran material vulkanik di lereng Merapi sisi barat laut.
“Pendakian tetap dibuka seperti biasa. Guguran kemarin cuma kecil, dan tidak berada di jalur pendakian,” terangnya.
Terpisah, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, I Gusti Made Agung Nandaka menegaskan, rekomendasi pendakian Merapi tidak berubah yakni hanya sampai Pasar Bubrah. Pihaknya juga siap menerjunkan petugas untuk memantau pendaki yang biasanya jumlahnya melonjak saat peringatan HUT RI.


