PT Primissima PHK 150 Karyawan

demo wSleman – Sebanyak 150 karyawan bagian spinning PT Primissima, di Medari, Sleman,  Selasa (1/9) menggelar aksi demo di Kantor Serikat Pekerja perusahaan tersebut. Ke-150 orang ini secara mendadak dipecat dengan alasan perusahaan kesulitan bahan baku. 

Dalam aksinya para karyawan ini menuntut agar manajemen melakukan komunikasi yang terbuka serta mengikuti persyaratan PHK sebagaimana yang diatur peraturan perundangan. Salah satu korban PHK, Mohammad Ngalimun menjelaskan, PHK yang dilakukan oleh perusahaan berlangsung sangat mendadak.

“Kami semua dipanggil di oleh Personalia dan dinyatakan di-PHK,” katanya.

Menurut dia, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja karena saat ini kesulitan bahan baku. Ia menyebutkan sebagai pabrik mori, PT Primissima memerlukan bahan baku berupa kapas.

“Kapas-kapas ini diimpor. Karena nilai tkar dolar mengalami kenaikan, perusahaan tidak mampu melakukan impor,” ujarnya.

Ngalimun menambahkan, mereka yang terkena PHK ini rata-rata memiliki masa kerja satu hingga dua tahun. Menyinggung pesangon yang akan dibayarkan, Ngalimun menyatakan belum ada kejelasan. Karena itu, mereka yang menjadi korban PHK kemudian menggelar aksi demo di depan kantor serikat pekerja setempat dengan alasan serikat pekerja yang ada tidak memberikan pembelaan kepada anggotanyan yang terkena PHK.

Setelah berorasi, akhirnya perwakilan karyawan sebanyak sepuluh orang untuk melakukan pertemuan secara tertutup dengan manajemen. Namun dalam pertemuan itu tidak membuahkan hasil. Para karyawan yang menjadi korban PHK mendesak agar pelaksanaan PHK sesuai dengan aturan dan mendesak agar mengundang institusi pemerintah yang menangani ketenaga kerjaan untuk ikut menyelesaikan. Mereka akan bertemu lagi dalam beberapa hari mendatang guna mencari penyelesaian yang terbaik.

image_pdfimage_print
Bagikan: