Radar Cuaca BMKG Diresmikan

Sleman – Sistem Radar Cuaca dan Stasiun Klimatologi baru yang dibuat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogja diresmikan, Rabu (21/10). Stasiun yang dibangun di Jalan Kabupaten Desa Sendangadi Kecamatan Mlati tersebut  melengkapi perlengkapan yang dimiliki BMKG Jogja dikhususkan untuk sistem radar cuaca.

Kepala Balai Wilayah II BMKG Jogja, Joko Siswanto mengatakan pembangunan Radar Cuaca tersebut dirintis sejak tahun 2012 diatas  lahan seluas 8.866 meter persegi. Dan stasiun tersebut digunakan untuk pengamatan cuaca dan kegempaan.

“Harapannya masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang cuaca, iklim, dan kegempaan atau geofisika. Data yang ada terbuka untuk diakses masyarakat,” kata Joko.

Menurut Joko, Radar Cuaca yang ada dapat digunakan untuk memprediksi cuaca ekstrim, sehingga dapat digunakan untuk menentukan langkah antisipasi untuk meminimalisasi dampak cuaca ekstrim tersebut. Sementara Sekretaris Utama BMKG RI, Widada Sulistya mengatakan  DIY merupakan 1 Provinsi dari 11 Provinsi lainnya merupakan sentra produksi tanaman pangan.

Menurut Widada, potensi bencana alam terbesar antara lain angin ribut, tanah longsor dan banjir. “Gempa memang jarang namun sekalinya terjadi gempa skalanya cukup besar seperti tahun 2006,” kata Widada.

Dikatakan pula bahwa untuk prediksi perubahan cuaca dapat dilakukan 4 jam sebelumnya, hingga tiga hari ke depan. Ada daerah lebih dari 100 hari tanpa hujan, terutama di wilayah pantai selatan. Prediksi bulan November baru masuk musim hujan, prediksinya mundur 1 bulan dari seharusnya. Sedang Wakil Gubernur DIY, Sri Paku Alam IX menyambut baik adanya pembangunan stasiun Radar Cuaca ini. Keberadaan fasilitas baru tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di DIY.

image_pdfimage_print
Bagikan: