Sleman – Kontingen Sleman dengan lakon Baswara Tetuko dinobatkan menjadi penyaji terbaik dalam Festival Sendratari antar kabupaten/kota se-DIY 2015 di Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (11/11). Festival Sendratari tahun 2015 diikuti oleh 5 kontingen kabupaten/kota se-DIY. Setiap kontingen mengusung tema cerita yang sama dari epos Mahabarata dengan lakon Lahirnya Gathotkaca. Festival Sendratari sendiri merupakan event tahunan yang memperebutkan Piala Bergilir Gubernur DIY.
Festival Sendratari diselenggarakan oleh UPTD Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Budaya Yogyakarta. Festival diselenggarakan selama dua hari sejak Selasa (10/11) sampai Rabu, (11/11). Penyelenggaraan Festival Sendratari ini bertolak dari pemikiran untuk mengembangkan Sendratari Yogyakarta yang selama ini telah menjadi salah satu aset seni budaya Yogyakarta. Potensi Sendratari layak dilestarikan sebagai representasi kearifan lokal Yogyakarta yang patut dibanggakan dan dikembangkan.
Adapun pemenang dalam Festival Sendratari antar kabupaten/kota se-DIY ialah Kabupaten Sleman dengan Baswara Tetuka sebagai penyaji terbaik I, penyaji terbaik II Kota Yogyakarta dengan Trahing Raseksa, terbaik III Kabupaten Kulonprogo Rawe – Rawe Rantas Malang – Malang Putung, terbaik IV Kabupaten Bantul dengan Tetuko, terbaik V Kabupaten Gunungkidul dengan Pandam Anyar Pringgondani.
Sedangkan untuk sutradara terbaik ialah Fery Catur Harjanto (Sleman), Penata Tari Terbaik Pulung Jati R (Yogyakarta), Penata Iringan Terbaik Naung Sunu P (Yogyakarta), Penata Busana Terbaik Etta Ayodya (Yogyakarta), Pemeran Utama Putra Terbaik Danang Nur Widaryanto (Kulonprogo), Pemeran Utama Putri Terbaik Arjuni Prasetyorini (Sleman), Pemeran Pembantu Putra Terbaik Herida Damar Wulan (Kulonprogo), Pemeran Pembantu Putri Terbaik Herdina Anna Lutfiani (Sleman).
Dan juri untuk Festival Sendratari antar kabupaten/kota se-DIY tahun 2015 ialah Dr. Sumaryadi, M.Hum, Dr. S. Pamardi, S.Kar., M.Hum, Dr. Trusno, M.Hum, Whani Darmawan, Drs. RM Kristiadi. Diharapkan dengan Festival Sendratari ini dapat digunakan sebagai salah satu bentuk apresiasi Taman Budaya Yogyakarta kepada seniman dan masyarakat Yogyakarta.


