100 Siswa SMA/SMK Dapat Pembinaan Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Memakaikan TopiSleman – Sebanyak 100 siswa SMA/SMK di Kabupaten Sleman mendapat pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan. Pembinaan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berlangsung di Aula Lantai III Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Sleman, Jumat (13/11).

Asekda Bidang Pembangunan, Dra Suyamsih Mpd menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi negara ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan serta memperkokoh ide­o­logi negara dan rasa kebangsaan bagi anak-anak. Terlebih bagi generasi muda yang merupakan penerus langkah pembangunan dimasa depan.

Dikatakan Suyamsih, memudarnya nasionalisme dan patriotisme disebabkan oleh tiadanya penghayatan atas arti perjuangan para pahlawan kemerdekaan. Perayaan hari Sumpah Pemuda, yang sebenarnya adalah modal awal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia jauh sebelum kemerdekaan, kini seolah hanya merupakan pelajaran sejarah yang tidak pernah dihayati dan diamalkan.

Disampaikan bahwa semangat dan jiwa kebangsaan yang ditanamkan melalui Kebangkitan Nasional harus dijadikan momentum untuk melakukan penataan-penataan diberbagai bidang seraya terus meningkatkan komitmen dari seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil dan sejahtera.

“Oleh karena itu Pemkab Sleman  menaruh harapan besar di pundak generasi muda  untuk mengkonstruksikan masa depan kita bersama. Tentu saja apa yang kita tata dan bangun kembali ini tetap bertumpu dan merujuk serta mengacu pada nilai, jati diri, dan konsensus dasar kebangsaan, yaitu Pancasila, yang diletakkan oleh para pendiri negara kita ini,” tutur Suyamsih.

Sementara Kepala Dikpora, Sleman Arif Haryono melaporkan bahwa tujuan pembinaan tersebut antara lain untuk mendidik , mendampingi, mengarahkan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak muliam sehat, berilmu, cakap, kreatif dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Mengembangkan potansi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat dan kreativitas.

Haasil yang diharapkan dari pembinaan tersebut adalah terbentuknya forum komunikasi siswa SMA/SMK, terselenggaranya kegiatan kolaboratif diantara para siswa daan tersedianya fasilitasi ekspresi kompetensi diri siswa baik di bidang akademis maupun non akademis.

Ditambahkan Arif Haryono bahwa sebagai kegiatan pendukung dalam pembinaan karakter tersebut antara lain pembinaan pemuda pelopor, sweeping siswa pada jam-jam efektif belajar, lomba paduan suara lagu-lagu perjuangan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, gerakan pembersihan corat coret vandalisme, dan lainnya.

image_pdfimage_print
Bagikan: