Sleman – Pasca erupsi Merapi 2010, banyak areal hutan yang terbakar. Instansi terkait bersama warga terus melakukan langkah penghijauan. Namun upaya ini tidak mudah karena yang dominan tumbuh di kawasan hutan Merapi justru pepohonan jenis akasia. Hal ini disayangkan lantaran pohon tersebut bukan merupakan tanaman asli Merapi, melainkan berasal dari Australia.
“Tanaman ini jadi semacam gulma. Tumbuh menyebar dan mendominasi hampir seluruh bagian hutan, atau istilahnya infasi alien spesies,” kata Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dhany Suryawan, Selasa (1/12).
Menurut Dhany, jika pepohonan ini terlalu dominan akan merugikan lantaran tumbuhan asli Merapi sulit masuk dan berkembang. Idealnya, hutan di daerah tropis pegunungan berupa campuran yang terdiri dari berbagai jenis tanaman. Sebab jika hanya satu jenis, produksi yang dihasilkan kurang maksimal.
Dengan adanya hutan campuran, sumber air bisa diperbanyak. Selain itu juga menghasilkan sumber pakan satwa yang beragam, serta dapat mengantisipasi kebakaran hutan.
“Kalau akasia itu disukai satwa, mungkin tidak terlalu masalah. Tapi monyet yeng terkenal doyan mengkonsumsi apa saja tidak mau memakannya, sehingga tanaman gulma ini jadi masalah,” ungkapnya.
Untuk mencegah gulma itu berkembang semakin luas, TNGM berupaya melakukan pengkayaan flora. Dari hasil kajian, akasia Australia tidak bisa hidup secara optimal jika berada dibawah naungan. Karenanya, TNGM mengupayakan penanaman pohon asli Merapi yang tergolong cepat tumbuh dan dapat menjadi naungan. Semisal pohon dadap dan salam. Upaya penanaman ini sudah dilakukan sejak tahun 2012.
“Yang bisa kami lakukan adalah upaya pengkayaan. Tidak mungkin kalau ditebang karena sesuai peraturan, di kawasan taman nasional tidak boleh ada penebangan pohon,” terangnya.
Meluasnya tanaman gulma jenis ini pernah terjadi pada tahun 2006. Berdasar pengalaman saat itu, akasia Australia bisa mati dengan sendirinya tapi butuh waktu lama. Di Fakultas Kehutanan UGM juga sedang dikembangkan musuh alami bagi akasia Australia.


