Sleman – Dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah, data statistik mempunyai peranan yang sangat penting terkait dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi penyelenggaraan berbagai kegiatan pembangunan baik di bidang sosial maupun ekonomi.
Sebagai salah satu alat yang dipakai untuk mengukur keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, data statistik harus disusun tepat waktu, lengkap, akurat dan menyeluruh sehingga perencanaan, monitoring dan evaluasi program pembangunan dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
Data statistik tidak saja bermanfaat bagi pemerintah baik pusat maupun daerah namun juga diperlukan bagi masyarakat luas, terutama para peneliti dan dunia usaha.
Kebutuhan data bagi para peniliti umumnya untuk riset dan pengkajian yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan bagi dunia usaha membutuhkan data statistik untuk perencanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha.
Demikian antara lain Asekda Bidang Administrasi, Djoko Handoyo SH dalam acara Sosialisasi Sensus Ekonomi tahun 2016 di The Sahid Rich Jogja, Rabu (16/12).
Dikatakan Djoko bahwa kebutuhan data statistik oleh berbagai pihak, maka pembangunan statistik harus diarahkan kepada penyediaan data yang lengkap, akurat, menyeluruh, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Seiring dengan semakin meningkatnya pembangunan di segala bidang. Maka sajian data statistik yang mudah dipahami, tepat waktu dan beragam tersebut akan semakin diminati baik oleh instansi pemerintah, peneliti, dunia usaha maupun masyarakat luas,” kata Djoko.
Yang jelas lanjutnya, Pemerintah daerah, dalam melaksanakan pembangunan ekonominya membutuhkan berbagai data indikator ekonomi. Untuk keperluan tersebut, secara rutin BPS telah mendukung dengan melakukan survei-survei di bidang ekonomi yang hasilnya berupaangka PDRB, inflasi, dan lain-lain. Pada tahun 2016, BPS akan melaksanakan kegiatan listing sensus ekonomi yaitu pendaftaran terhadap seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian.
Sebagai instansi vertikal, BPS memiliki ketugasan dan tanggung jawab cukup besar dalam melaksanakan kegiatan perstatistikan khususnya kegiatan sensus ekonomi ini yang memerlukan banyak waktu, tenaga, biaya, dan kerja keras.
“Oleh karena itu saya menghimbau kepada semua pihak agar mensukseskan kegiatan sensus ekonomi 2016 ini, sehingga data-data yang dihimpun dapat menjadi acuan bagi kita bersama, baik pemerintah, masyarakat, akademisi ataupun institusi lain yang membutuhkan data tersebut,” tutur Djoko.
Sedangkan Kepala BPS Kabupaten Sleman, Ir Arina Yuliati menyampaikan bahwa tujuan sensus ekonomi untuk mengumpulkan dan menyampaikan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan. Peserta dalam sosialisasi tersebut sebanyak 75 orang yang terdiri dari kepala SKPD, Camat dan pelaku usaha.


