Sleman – Talut setinggi enam meter di atas pemukiman warga Kali Code RT 10 RW 056, Sendowo, Sinduadi, Mlati, amblas. Sedikitnya ada tiga rumah yang terdampak. Halaman rumah retak, dan permukaan tanah turun lebih rendah dari sebelumnya.
Salah satu pemilik rumah yang kondisinya paling parah, Juminten (58) menuturkan, peristiwa amblasnya talut terjadi pada pukul 12.00 WIB saat penghuni rumah sedang berada di luar.
“Ini sudah ada survey untuk perbaikan. Tapi tengah hari tadi tiba-tiba retak dan amblas seperti ini,” kata Juminten, Selasa (5/4).
Rumah Juminten sendiri dihuni oleh tiga KK yang terdiri dari sembilan orang. Saat ini mereka telah mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Karena kondisi rumahnya sekarang cukup membahayakan, dan sewaktu-waktu bisa ikut amblas.
Ketua RT setempat, Sarijan (46) menuturkan, di wilayahnya terdapat tujuh KK dengan total 26 jiwa yang berpotensi terdampak amblasnya talut. Pasalnya rumah seluruh warga berada tepat di atas talut Kali Code sisi timur.
Adapun talut amblas terjadi karena bagian dalamnya tergerus air hujan. Sehingga memunculkan lubang kosong. Akibatnya permukaan talut sepanjang 30 meter itu amblas.
“Sebenarnya dua bulan lalu sudah ada perbaikan yang kosong sudah kami isi 500 sak pasir. Tapi karena kena banjir, jadi terbawa arus,” kata Sarijan.
Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasito SH MM menuturkan, pagi sebelum kejadian berlangsung, BPBD, Kecamatan, warga telah melakukan rapat perbaikan talut. Hasilnya BPBD menyepakati akan memberikan 1000 sak pasir dan 60 bronjong untuk perbaikan talut.
“Rencana perbaikannya ikut kesiapan warga saja. Kalau warga bisa hari ini, ya hari ini bantuannya kami kirim,” kata Julisetiono.
Di sisi lain ia mengatakan, meski pemukiman Kali Code berada di bawah wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), karena kondisi sekarang darurat, pihaknya tetap memberi bantuan.


