Sleman – Guna meningkatkan peran keluarga dalam membina Lansia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah melaksanakan pembinaan kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Yang jumlahnya saat ini mencapai 202 kelompok dengan jumlah anggota 7490 orang dengan status PUS (pasangan usia subur) 5172 orang, dari jumlah PUS tersebut 30% atau 1564 orang menjadi peserta KB.
“Besarnya jumlah penduduk lansia tersebut menyebabkan tumbuhnya kelompok-kelompok dan paguyuban lansia,” kata dr Nurulhayah MKes, Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Sleman, Kamis (14/4).
Menurut Nurul Hayah, saat ini jumlah kelompok/paguyuban lansia yang ada di Kabupaten Sleman mencapai 838 kelompok, 626 kelompok mendapatkan binaan langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sedangkan sisanya melaksanakan kegiatan secara mandiri.
Kegiatan yang dilaksanakan kelompok-kelompok tersebut adalah tentang penyuluhan kesehatan, olah raga, dan juga pemberdayaan.
“Dalam penanganan para lansia ini, setidaknya ada dua hal pokok yang menjadi perhatian yaitu keluarga dan lansia sendiri,” katanya.
Dalam hal ini, keluarga harus mampu memahami apa dan bagaimana perlakuan kita terhadap lansia. Keluarga harus dapat mengerti kebutuhan lansia dibidang kesehatan dan psikologis. Untuk itu diperlukan pemahaman anggota keluarga yang mempunyai lansia serta pendampingan kelompok Usaha Ekonomi Produktif Lanjut Usia (USEP Lanjut Usia).
Semakin meningkatnya jumlah lansia maka perhatian terhadap lansia semakin ditingkatkan agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera lahir dan batin.
Penduduk lanjut usia menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya baik fisik, psikis, sosial, dan ekonomi. Dengan demikian tersebut memerlukan kesiapan keluarga, khususnya keluarga lansia itu sendiri atau keluarga yang mempunyai lansia untuk membinanya melalui kelompok kegiatan BKL.
Diantara lansia tersebut masih banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban. Hal ini menunjukkan bahwa para lansia masih mampu berkarya dan memiliki hidup yang berkualitas. Walaupun telah memasuki usia lanjut, bukan jadi halangan untuk tetap produktif.


