Jalur Wisata Merapi Kaliadem-Kinahrejo Berhasil Dibuka‬

Sleman – Warga di Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan  Sleman berhasil membuka kembali jalur wisata yang menghubungkan kawasan Kaliadem dengan Kinahrejo, Umbulharjo, setelah enam tahun tertimbun material vulkanik erupsi Gunung Merapi pada 2010.‬

‪”Melalui gotong royong masyarakat, akhirnya kami berhasil menemukan jalur jalan aspal antara Kaliadem dengan Kinahrejo, yang sebelumnya tertutup material vulkanis Merapi,” kata Kepala Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, Senin (16/5).‬

Menurut Heri, selain berhasil menemukan jalur wisata yang terpendam, pihaknya juga melakukan perbaikan di jalan yang mengalami kerusakan akibat dampak erupsi Merapi tersebut.‬

“Kami juga membangun jembatan permanen yang roboh akibat terjangan erupsi. Total dana yang kami alokasikan senilai Rp 350 juta yang diambilkan dari APBDes Desa Kepuharjo,” katanya.‬

‪Ia mengatakan, jalur wisata tersebut menghubungkan destinasi wisata di Kaliadem seperti “bunker” yang juga sudah berhasil digali lagi setelah tertimbun material vulkanik dengan Kinahrejo yang merupakan petilasan atau bekas rumah Mbah Maridjan.‬

‪”Saat ini wisatawan dapat lebih mudah untuk menikmati `volcano tour` baik di `bunker` Kaliadem maupun petilasan Mbah Maridjan,” katanya.‬

‪Heri mengatakan, sebelumnya wilayah Kaliadem merupakan destinasi wisata alam unggulan di wilayah setempat, baik itu untuk kemah maupun outbond dan kegiatan lain serta wisata kuliner khas seperti minuman jahe Merapi.‬

‪”Setelah erupsi Merapi 2006 sebagian wilayah Kaliadem terdampak dan kemudian menjadi wisata `volcano tour` yang banyak diminati wisatawan. Kemudian saat erupsi besar Merapi 2010 wilayah Kaliadem menjadi rata karena tertimbun material vulkanik hingga lebih dari tiga meter,” katanya.‬

‪Sementara itu, objek wisata di Kawan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, terus dikembangkan oleh masyarakat lokal. Meski tanpa bantuan dari pemerintah setempat, tiap tahun mengalami kemajuan.‬

‪Seperti di Desa Glagaharjo, Cangkringan, salah satu daerah zona merah tersebut diandalkan sebagai wisata sepeda gunung dan trail.‬

“Dalam waktu dekat, kami juga akan membuat jalur. Untuk sepeda maupun trail ke arah sungai,” kata Tugi Wiyono (41) relawan di Desa Glagaharjo. ‬

‪Ia mengatakan, dengan membuat trek baru tersebut, diharapkan bisa menambah tantangan bagi pengunjung yang merasa penasaran untuk kembali mendatanginya.‬

‪Dikatakan Tugiyo, selain sepeda gunung dan trail, dikembangkan pula pemerahan sapi perah.‬

“Di wilayah ini banyak warga yang mengembangkan usaha sapi perah. Aktivitas warga ini kami kemas sebagai daya tarik wisata,” katanya.

image_pdfimage_print
Bagikan: