Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus mendorong konsumsi singkong untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan gandum. Salah satu upayanya melalui penyelenggaraan lomba masak pangan lokal berbahan dasar singkong oleh TP PKK.
Menurut Kabag Humas Setda Sleman, Dra Sri Winarti, dari perlombaan itu terlihat antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 102 tim peserta mampu menghasilkan ragam olahan pangan basah maupun kering.
“Ini merupakan kegiatan yang positif dalam hal inovasi pangan. Peserta mampu mencipta banyak kreasi yang menarik,” kata Sri Winarti, Senin (23/5).
Lewat lomba ini diharapkan masyarakat lebih familier dengan pangan lokal. Selain bahan singkong mudah diperoleh di lingkungan sekitar tempat tinggal, jika diolah ternyata bisa menghasilkan produk bergengsi dan berdaya saing dengan olahan pangan berbahan gandum.
Dari lomba tersebut, dapat dipelajari setidaknya ada lima hal yang perlu diperhatikan untuk memperoleh olahan singkong berkualitas yakni kreativitas, citarasa, packing, higienitas, dan penampilan.
“Peserta diharuskan menggunakan bahan dasar singkong minimal 50 persen. Tingkat kesulitannya memang cukup tinggi tapi itu bisa menumbuhkan kreativitas yang jika ditekuni serius dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Sri Winarti.
Meski demikian, ada tantangan yang dihadapi dalam menciptakan produk pangan lokal yang berkualitas. Diantaranya cara mengolah yang benar sesuai standar kesehatan, aman dikonsumsi, dan menarik minat konsumen.
Sri Winarti menambahkan, manfaat lain dari konsumsi singkong adalah kandungan vitamin, mineral, dan serat di dalamnya. Selain itu, singkong juga bebas gluten sehingga dapat dikonsumsi bagi pasien penyakit celiac (alergi kandungan protein).
Manfaat lain, singkong merupakan sumber utama mineral penting bagi tubuh seperti magnesium, tembaga, besi, mangan dan kalium yang dapat membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah.


