Sleman – Ratusan orang baik orangtua maupun anak-anak dusun Jaranan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman serta beberapa peserta dari dusun sekitar seperti Dusun Karanglo, Dusun Cangkringan, Dusun Brongkol tumpek blek mengikuti tradisi nyadranan di halaman rumah Ngatijo warga setempat, Rabu (1/6).
Tradisi nyadran yang sudah turun temurun tersebut mulai tahun lalu sudah dikemas lebih menarik dan agamis. Yang lebih menarik dalam acara nyadranan tahun ini peserta nyadran dihibur kesenian islami berupa hadroh/khasidah dan elektonan dilanjutkan siraman rohani.
Disamping itu nyadranan yang dipusatkan di komplek Makam Sasonoloyo Jaranan tersebut didahului dengan kirab bregodo dari Yayasan/Padhepokan Sendang Kamulyan pimpinan Handaru Rasuna Said.
Jarak antara Yayasan Sendhang Kamulyan sampai komplek Makam Sasonoloyo Jaranan tersebut hanya 750 an Meter, di rute kirab tersebut banyak dikunjungi masyarakat yang menyaksikan kirab budaya dan nyadranan.
Salah satu panitia nyadranan dusun Jaranan, Sartono menyampaikan bahwa nyadran tersebut bukan hanya diikuti warga Dusun Jaranan saja tetapi juga dari dusun lain misalnya Karanglo, Brongkol dan cangkringan dimana ahli warisnya dimakamkan di makam Sasonoloyo Jaranan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa maksud diadakannya tradisi nyadran tersebut sebagai bentuk upaya pelestarian budaya agar kedepan bisa dikemas lebih baik lagi, juga sebagai upaya mendoakan para leluhur yang telah meninggal dunia.
Tradisi nyadran tidak hanya melibatkan umat yang beragama Islam saja, tetapi pemeluk agama lain juga terlibat. Dalam tradisi nyadran mengandung nilai-nilai budaya dan kebersamaan, dengan tradisi nyadran pula diharapkan akan terpupuk rasa kebersamaan dan meningkatkan kerukunan umat beragama.
Kedepan tambah Sartono tradisi nyadran akan dikemas lebih menarik lagi , misalnya dengan beberapa hiburan rakyat dengan potensi yang dimiliki warga diusun jaranan, dan tidak tertutup kemungkinan melibatkan kesenian dari masyarakat sekitar dusun jaranan.
Tradisi nyadran diawali dengan Kirab Bregodo dari Yayasan/Padhepokan Sendhang Kamulyan di Karanglo Argomulyo Cangkringan, dilanjutkan Tahlil dan doa, serta tabur bunga di pusara makam Ki Bodreyo yang dimakamkan di Makam Sasonoloyo Jaranan. Ki Bodreyo merupakan sesepuh dan perintis terbentuknya Dusun Jaranan.


