Tujuh Jenis Bencana Berpotensi di Sleman‬

Sleman – Kabupaten Sleman memiliki indeks resiko bencana yang tergolong tinggi. Dari pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, setidaknya ada tujuh jenis bencana yang berpotensi terjadi di Sleman. Tujuh musibah alam itu antara lain erupsi Gunung Merapi, banjir lahar, gempa bumi, tanah longsor, angin kencang, petir, dan kebakaran.‬

‪Menurut Plt Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Drs Kunto Riyadi, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi resiko bencana terutama melalui peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kami sudah membentuk beberapa sekolah siaga bencana, dan sister school. Selain itu, sarana fisik dan non fisik juga terus ditingkatkan termasuk menambah alat sistem peringatan dini,” kata Kunto, Minggu (16/10).‬

‪Diprediksi kejadian bencana akan meningkat pada bulan ini mengingat masa peralihan musim. Peningkatan intensitas bencana bahkan telah terjadi sejak beberapa minggu terakhir terutama angin kencang, dan longsor. Dia pun menghimbau masyarakat untuk waspada.

Terlebih bencana angin ribut susah dipetakan. Namun dari pengamatan kejadian tahun-tahun sebelumnya, angin kencang biasa terjadi di sebaran lokasi yang sama seperti Kecamatan Depok, Minggir, Ngaglik, Sleman, dan Pakem.‬ Peta lokasi longsor di Sleman selama ini tercatat di Pakem, Cangkringan dan Prambanan daerah perbukitan.‪ Untuk antisipasi kerugian jiwa maupun materiil, warga diminta memangkas batang pohon yang terlalu rimbun.

“Cukup dikurangi saja batang yang dirasa membahayakan, jangan dipangkas habis,” ujar Kunto.‬

‪Selain itu, penempatan papan reklame juga perlu diperhatikan. Jika sudah tidak layak, pemilik diminta untuk segera memperbaiki agar tidak ambruk. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Yogyakarta Tony Agus Wijaya mengatakan, di awal musim penghujan ini curah hujan masih bervariatif. Ditandai cuaca panas di siang hari, dan turun hujan pada sore hari.‬

‪Di permulaan musim hujan ini, potensi terjadinya cuaca ekstrem juga meningkat seperti petir, angin kencang, dan hujan dengan intensitas tinggi. Karenanya, pemerintah daerah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan.‬

‪Selama ini, wilayah Kabupaten Sleman yang cenderung memiliki intensitas hujan lebih tinggi berada di daerah utara seperti Tempel, Cangkringan, Pakem, dan Turi. Namun masyarakat perkotaan juga perlu waspada dengan memeriksa saluran air agar tidak ada genangan air atau banjir limpasan.

“Pada bulan ini gelombang laut juga diprediksi tinggi berkisar 2,5-4 meter. Tapi umumnya nelayan sudah paham, dan biasanya menunda melaut selama satu minggu,” kata Tony.

image_pdfimage_print
Bagikan: