Sleman – Dalam rangka pemberdayaan masyarakat, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sleman telah mengarahkan 86 Desa yang terdiri dari 1212 padukuhan di Kabupaten Sleman untuk pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan 10 pokok PKK.
Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Sleman saat kunjungan TP PKK Pusat bersama Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Dusun Modinan dan Geplakan Banyuraden Gamping pada Kamis (2/2).
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan pengurus pusat. Menurutnya kehadiran pengurus pusat baik unsur TP PKK Pusat maupun Ditjen Bina Pemerintahan Desa dapat memberikan motivasi bagi PKK dan warga di Sleman khususnya warga Kelurahan Banyuraden Gamping yang keluar sebagai juara 3 lomba TOGA tingkat nasional tahun 2016 lalu untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya.
Senada dengan Kustini, Wakil Ketua I TP PKK DIY Gusti Kanjeng Bendhara Raden Ayu Adipati Pakualam berharap prestasi yang diraih agar terus dipertahankan dan jika perlu dilakukan pendampingan dalam pengembangan TOGA.
Selain itu GKBRAA Pakualam menghimbau pada PKK selain pemanfaatan TOGA juga memperhatikan masalah sampah. Menurutnya permasalahan sampah harus diperhatikan lebih serius baik penataan hingga pengolahannya untuk mengurangi pemanasan global.
Sementara itu Sekertaris Umum Tim Penggerak PKK Pusat Ir. Rosi Rosana M.Kes, yang meninjau langsung TOGA di Dusun Modinan dan Geplakan menyampaikan bahwa pemanfaatan tanaman TOGA yang dilakukan warga setempat sudah berjalan dengan baik, kewajiban penanaman 10 pohon setiap rumah juga sudah dipenuhi.
Menurutnya meskipun TOGA diambil alih oleh Kementerian Kesehatan namun dalam pelaksanaannya tetap melibatkan kader PKK. Dalam penilaian lomba TOGA sendiri dalam nantinya selain dari Kemenkes juga melibatkan TP PKK Pusat.
Rosi menambahkan bahwa saat ini Kementerian Pertanian juga mulai merapat ke PKK untuk mensinergikan beberapa kegiatan antara lain pemberian bantuan ayam petelur di 10 provinsi, gerakan tanam cabai, serta bantuan mesin pertanian.


