Ingatkah anda dengan nama-nama jajanan ini: gatot, tiwul, cenil, klepon, sawot, lopis, legondo, gethuk, lemet, ketan srundeng, hawuk-hawuk, badek, legen? Generasi muda saat ini barangkali merasa asing dengan jenis panganan ini, bahkan dari sekedar namanya saja pun mungkin jarang mendengar.
“Dawetnya mas, masih hangat,” dengan sangat ramah Rubiah menawarkan dagangannya Selasa (23/5) lalu. Di hadapannya tergelar deretan botol legen dan gentong kecil berisi dawet dan gula. Rubiah, menjajakan air nira dan legen di Pameran Potensi Daerah (PPD) Sleman. Setiap hari ia pulang pergi menggunakan sepeda motor ke lokasi pameran, sekitar 15 km dari rumahnya di Sendangrejo, Minggir. “Ini saya baru datang jam 3 sore tadi, makanya dawetnya masih hangat dan baru,” akunya, masih dengan senyum ramah yang tak pernah lepas dari wajahnya.
Di sebelah Rubiah dengan legen-nya, ada Bu Bagyo dengan jajanan pasar berupa gatot, tiwul, cenil, klepon, sawot, lopis, legondo, gethuk, lemet, ketan srundeng, hawuk-hawuk. Lalu ada pula jajanan khas Kaliurang jadah ketan “Mbah Carik”. Mereka bertiga mewarnai suasana Pameran Potensi Daerah yang digelar Pemkab Sleman di Denggung, 18-26 Mei 2017.
Pameran ini menampilkan produk unggulan kecamatan se-Kabupaten Sleman, serta produk-produk dari kota kabupaten lain. Selain itu juga diramaikan dengan acara hiburan, berbagai lomba anak dan keluarga, serta bertabur doorprize selama penyelenggaraan pameran. Animo masyarakat Sleman selama pameran terbilang positif yang ditandai dengan selalu ramainya lokasi pameran terutama menjelang sore dan malam hari.



