Perencanaan BUMDes Harus Sistematis

Ngaglik – Dr Aris Slamet Widodo,SP, MSc dari Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengarahkan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat perencanaan BUMDes secara sistematis. Di Desa Donoharjo ini diawali dengan membuat peta potensi Tanah Kas Desa, serta UMKM, dilanjutkan pendataan potensi desa dan Embung Jetis Suruh.

Menurut Aris, pengembangan embung merupakan perencanaan jangka panjang. “Untuk menutup biaya operasional, BUMDes membutuhkan usaha riil yang bersifat jangka pendek seperti usaha perdagangan,” jelas Aris di Desa Donoharjo, Jumat (15/2/2019).

Dilanjutkan dengan analisa potensi embung dilihat dari segi dana, secara kelayakan usaha diketahui bahwa usaha kuliner dan wisata malam memiliki skor yang paling tinggi, diikuti wisata air dan camping camp.
“Hasil analisa ini bukan harga mati sebagai program yang harus dilaksanakan, tapi bisa sebagai gambaran dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,”jelasnya.

BUMDes “Sri Taman Rejeki” Desa Donoharjo melakukan diskusi sekaligus rapat kerja dengan mengundang narasumber dari dunia akademis.
Diskusi yang dilaksanakan dengan metode focus group discussion tersebut mendorong para peserta yang terlibat mulai dari pemerintah Desa Donoharjo maupun para pengelola BUMDes untuk berperan aktif dalam setiap tahapan diskusi.(KIM Ngaglik/End)

image_pdfimage_print
Bagikan: