PHBS sebagai Pendukung Pamsimas

Ngaglik – Ketersediaan air bersih adalah syarat mutlak untuk memperoleh kualitas kesehatan yang baik. Ini tergambar dalam indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dimana menggunakan air bersih menjadi salah satu indikator. Spesifiknya adalah air bersih yang tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau.

Adapun sembilan indikator lainnya adalah melahirkan dengan bantuan tenaga medis, memberi ASI eksklusif, menimbang balita minimal sekali sebulan, cuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, menggunakan buang air di jamban, pemberantasan sarang nyamuk, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivitas fisik dengan berolahraga minimal 30 menit setiap hari, dan tidak merokok.

Sosialisasi PHBS ini dilakukan oleh Puskesmas Ngaglik 2 di Embung Jetis Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sabtu (11/5/2019). Eka, salah satu fasilitator Pamsimas (Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi PHBS ini diselenggarakan dengan tujuan agar warga desa Donoharjo lebih memahami tentang bagaimana perilaku hidup bersih dan sehat, “Harapannya mereka bisa menerapkan dalam aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Dengan demikian, program pengelolaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat dapat lebih sukses terlaksana,” ujar Eka.

Kegiatan sosialisasi yang merupakan salah satu program pendukung Pamsimas ini dihadiri 50 orang ibu PKK dan pengelola BUMDes Donoharjo.

Pamsimas merupakan program yang  bertujuan agar masyarakat desa dapat mengakses air minum dan sanitasi dalam rangka penerapan hidup bersih dan sehat. Agar dapat berkelanjutan, pelaksanaannya melalui program berbasis masyarakat. Dengan cara demikian, pembangunan yang dihasilkan dari program Pamsimas bisa dijaga dan dilestarikan. Apabila terjadi kerusakan, kemacetan, atau gangguan pada fasilitas air bersih, ada semacam asosiasi atau kelompok pengelola yang menyelesaikan secara mandiri. (KIM Donoharjo/Endarwati)

image_pdfimage_print
Bagikan: