Sleman – Banyak yang unik dari Pameran Potensi Daerah (PPD) Kabupaten Sleman yang sedang berlangsung di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman. Salah satunya di stan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman ada praktik pembuatan ecoprint atau pemberian motif pada kain dengan menggunakan bahan alami daun yang berlangsung Rabu (10/7/2019).
Menyasar anak-anak dan orang tua sebagai peserta, tujuan praktik ini untuk memperkenalkan sekaligus mengajarkan mengenai ecoprint. Hastuti Setianingrum, instruktur praktik ini mengatakan bahwa ecoprint memiliki dua teknik yakni pertama dengan pengukusan dan kedua ialah dengan pounding atau pukul. Kedua teknik tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.
“Teknik yang dikukus itu tekniknya lebih sulit, ini yang paling mudah yang bisa kita ajarkan ke anak-anak itu ya ini teknik pounding atau pukul,” jelas wanita yang juga aktif sebagai penggiat literasi sebagai pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Wijayakusuma di Padukuhan Karanganyar, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak ini.
Praktik langsung pembuatan ecoprint ini dilakukan dengan mengajarkan kepada anak-anak mengenai berbagai macam jenis dedaunan dan melatih kreativitas mereka agar dapat memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada di sekitar untuk dijadikan suatu hasil karya yang apik.
Media yang diperlukan dapat menggunakan beberapa lembar daun dengan beragam bentuk, kemudian kain lembaran, kain placo, ataupun kaos, yang penting berbahan katun sebab katun dapat menyerap klorofil dari daun yang digunakan. “Jadikan tujuan kita memang memindahkan klorofil daun ke kain, jadi kita harus pakai kain katun yang bisa menyerap,” tambah Hastuti.
Sesudah dipukul-pukul, proses selanjutnya ialah mengeringkan kain tersebut selama dua hingga tiga hari lalu merendamnya dengan air tawas untuk mengunci warna agar klorofil daun yang telah menempel di kain tidak mudah pudar. Tahapan ini disebut dengan fixsasi.
Praktik ekoprint dengan teknik pounding atau pukulan ini banyak menarik perhatian dari pengunjung baik anak-anak maupun orang dewasa. Tidak hanya sekedar melihat dan bertanya-tanya, banyak dari pengunjung yang mencoba praktik ecoprint ini secara langsung. Cukup dengan mengisi buku tamu, maka wisatawan dapat langsung mempraktikkan dan menuangkan kreativitas mereka di atas sebuah tas kain kecil berwarna putih, kemudian memukul-mukul lembaran dedaunan yang telah tersusun rapi di atasnya.
Putri, salah satu pengunjung mengaku jika dirinya tertarik melihat daun-daun yang tersusun di atas tas kemudian dipukul menggunakan palu kayu sehigga menghasilkan sebuah tas cantik bercorak dedaunan. Tak hanya sekali, Putri mencoba berkreasi untuk kedua kalinya di atas medium yang sama dengan jenis dedaunan yang berbeda.(Rep Bilqis)


