Desa Wisata telah menjadi salah satu tren pengembangan pariwisata di Indonesia. Hal ini pun terjadi di Kabupaten Sleman. Menurut Prof. Heddy Shri Ahimsa Putra, M.A. M.Phil., Ph.D dari UGM, perkembangan wisata tidak lagi dilakukan dengan berombongan, cukup kelompok kecil atau individual. Mereka rata-rata berminat pada kehidupan sehari-hari, hal-hal yang unik dan bisa mendapatkan pengalaman baru yang berbeda.
Di tengah gencarnya era media sosial serta kompetisi terbuka, destinasi baru desa wisata kian bertumbuh. Hal ini menuntut pengetahuan, wawasan, dan keterampilan operator desa wisata untuk senantiasa mengikuti perkembangan.
Untuk menjawab hal tersebut Dinas Pariwisata DIY menggelar Pelatihan Kuliner bagi pengelola homestay di Sleman. Pelatihan berlangsung dari Rabu (11/9/19) hingga Jumat (13/9/19) di Desa Wisata Pulewulung, Bangunkerto, Turi.
“Pelatihan kali ini dimaksudkan untuk membekali pengelola homestay agar memiliki keterampilan lebih dalam mengatur, mengolah, dan menyajikan hidangan/kuliner sebagai salah satu pendukung akomodasi baik di homestay maupun pada layanan makan minum wisatawan di desa wisata,” kata Aris Suryanto dari Dinas Pariwisata Sleman.
Tercatat 45 peserta hadir dalam pelatihan dengan antusias, mewakili 3 desa wisata di Lereng Merapi Pulewulung, Sempu, dan Kelor. Pembekalan disampaikan dari Dinas Pariwisata DIY melalui pengantar berupa teori dan kisi-kisi dasar penyediaan makan minum oleh narasumber. Selama 3 hari peserta akan mendapatkan pelatihan berupa materi dan praktik oleh Chef Sugeng Wiyadi dari Hotel Bhineka, Chef Hermawan dari AMPTA Yogyakarta, dan Chef Dody dari ICA Jogja.
Pada hari pertama dikenalkan cara mengolah masakan dengan benar dengan alat yang rata-rata sudah dimiliki oleh kelompok kuliner desa wisata. Dilanjutkan dengan praktik memasak, dengan resep, bimbingan dan koreksi langsung terhada proses kegiatan memasak sehingga peserta dapat melakukan perbaikan terhadap kesalahan yang lazim terjadi dalam proses memasak pada masyarakat lokal desa wisata. Terbukti pada akhir sesi yang dibagi 4 kelompok memasak berhasil menyajikan hidangan sebagaimana pada awal diberikan resep untuk dikerjakan pada hari pertama.
Selesai proses memasak, peserta diwajibkan menyajikan hasil karyanya dan dinilai bersama-sama baik dari tampilan, rasa maupun cara penyajian. Narasumber memberikan penilaian terhadap karya peserta dan memberikan masukan pada masing-masing kelompok untuk memaksimalkan hasil masakan dengan berbagai saran dan tips.
Ketua pengelola Desa Wisata sekaligus Dukuh Pulewulung, Irkham Hidayat berharap dengan pelatihan kuliner untuk pengelola desa wisata ini para pelaku desa wisara akan semakin termotivasi untuk menyajikan hidangan yang menarik dan bercita rasa kelas hotel namun tetap mempertahankan nuansa pedesaan yang menarik minat pengunjung desa wisata di daerah masing-masing. “Karena dengan semakin banyaknya pengunjung maka akan semakin menambah kesejahteraan warga,” tukasnya. (Arif Hartanto)


