Hadapi COVID-19 dengan Budaya Gotong-royong

Pandemi COVID-19 yang masih melanda hingga saat ini, tidak hanya mempengaruhi banyak aspek kehidupan. Tidak hanya masalah kesehatan, namun juga masalah sosial, psikologi, dan ekonomi. Sehingga membutuhkan kerja sama yang komprehensif antar pihak untuk menghadapinya. Hal itulah yang disampaikan oleh Budi Pramono, Panewu Kapanewon Seyegan dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Selasa (12/1/2021).

Budi menyatakan, koordinasi antara berbagai pihak dalam menghadapi situasi pandemi saat ini sangat penting untuk dilakukan, contohnya koordinasi antar satgas.

“Satgas COVID di tingkat Kalurahan sangatlah penting untuk koordinasi dengan tim gugus tugas di tingkat Kapanewon,” ujar Budi di depan para peserta rapat yang terdiri dari anggota BPD, Kepala Dukuh, Tokoh Masyarakat, dan Satuan Tugas COVID-19 Kalurahan Margomulyo.

Ia berpendapat bahwa butuh sinergisitas semua elemen masyarakat untuk mengatasi masalah yang terjadi.

“Budaya gotong royong dalam misi kemanusiaan harus digelorakan kembali sebagai bagian dari tanggung jawab moral. Bekerjalah dengan hati karena ini masalah kemanusiaan,” tegasnya.

Budi berharap dengan penerapan Pengetatan Secara Terbatas Kagiatan Masyarakat (PTKM) yang diberlakukan pada periode 11-25 Januari 2021 dapat menekan angka penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sleman.

“Mulai tanggal 11 telah dilakukan WFH 75 persen dan WFO 25 persen, hal ini dilakukan untuk mengurangi kerumunan masyarakat. Sehingga harapannya kurva pandemi COVID ini akan melandai,” terang Budi.

Pada kesempatan yang sama, Suhardjono, Lurah Margromulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kalurahan Margomulyo telah melakukan penyesuaian untuk menghadapi penerapan status PTKM di Kabupaten Sleman.

“Untuk Kalurahan Margomulyo, tidak membatasi pegawai, tapi mengurangi jam kerja, mengingat Kalurahan merupakan unit pelayanan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ratih Susila, Kepala Puskesmas Seyegan yang menjadi narasumber dalam rapat mengingatkan kembali pentingnya disipilin penanganan masalah COVID-19 di masyarakat.

“Prinsip 3 T yaitu Tracing, Test dan Treatment bila mana masyarakat mendapati kasus covid di lingkungannya. Mengenali gejala ringan, sedang dan berat bagi penderita,” jelas Ratih.

Selain itu, menurut Ratih koordinasi dan komunikasi antar pihak juga harus diperhatikan agar penanganan COVID-19 di masyarakat sesuai dengan prosedur yang berlaku. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)

image_pdfimage_print
Bagikan: