Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Wira Bakti Pandawa Kalurahan Pandowoharjo, Sleman menggelar Rembug Warga Tahunan (RWT) untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tahun 2020. Acara ini sekaligus untuk merencanakan program kerja maupun rencana anggaran pendapatan dan belanja yang akan dilaksanakan tahun 2021.
Kegiatan yang juga merupakan forum tertinggi BKM tersebut bertempat di Grha Amarta Balai Kalurahan Pandowoharjo, Sleman, Minggu (28/2/2021).
Di hadapan para undangan yang terdiri dari Panewu Sleman, Lurah Pandowoharjo, lembaga kalurahan, anggota BKM termasuk UPK, UPL, UPS serta tokoh masyarakat, Mujiono selaku Koordinator BKM mengatakan bahwa RWT ini diselenggarakan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas BKM Wira Bakti Pandawa atas amanah yang diberikan masyarakat dalam rangka melaksanakan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang sebelumnya merupakan program PNPM Mandiri Perkotaan. Selain itu RWT juga sebagai sarana menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan peran serta masyarakat terhadap BKM agar kontribusinya dapat ditingkatkan pada masa mendatang.
“Pada masa Pandemi COVID-19 seperti sekarang, kegiatan RWT diselenggarakan dengan sederhana namun tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Mujiono.
Dalam laporannya, Mujiono mengemukakan bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat berat mengingat pada masa pandemi, masyarakat sangat sulit menjalankan roda perekonomian. Mujiono juga menerangkan bahwa saat ini BKM memiliki aset sebesar Rp 312.953.603,00.
“Pada tahun ini aset BKM mengalami peningkatan meski tipis dibandingkan dari tahun 2019,” ujarnya.
Selanjutnya Mujiono mengatakan berdasarkan Laporan Auditor Independen, BKM Wira Bakti Pandawa memberikan laporan keuangan secara wajar sesuai dengan SOP yang dikehendaki oleh program KOTAKU.
Sementara itu untuk menindaklanjuti program yang sudah dilaksanakan BKM pada tahun 2020, Mujiono memaparkan program kerja tahun 2021 yang meliputi bidang organisasi, kepemimpinan, sistem manajemen, sumberdaya keuangan, sumberdaya manusia dan hubungan eksternal yang akan senantiasa melakukan hubungan komunikasi dengan BKM atau lembaga lain dalam rangka pengembangan kapasitas untuk penguatan kelembagaan.
Pada kesempatan tersebut, Panewu Sleman Mustadi memberikan apresiasi kepada BKM Wira Bakti Pandawa yang pada masa pandemi seperti saat ini masih bisa eksis dan menambah asset, sekali pun hanya sedikit.
“Hal ini bisa dimaklumi karena situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat di mana saat adaptasi kebiasaan baru, pembatasan sosial yang berarti interaksi sosial juga serba terbatas. Hal ini menjadi sangat sulit untuk mengembangkan usahanya,” kata Penewu yang aktif mengikuti saat acara RWT Wira Bakti Pandawa tersebut dari tahun ke tahun.
Sejalan dengan Panewu Sleman, Catur Sarjumiharta selaku Lurah Pendowoharjo mengungkapakan bahwa BKM merupakan hulu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana visi dan misinya sangat relevan dengan upaya pemerintah kalurahan dalam menanggulangi kemiskinan.
“Dengan demikian BKM adalah mitra setia pemerintah kalurahan karena setiap program kerjanya selalu sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Catur. (Upik Wahyuni/KIM Ngaglik)


