Digitalisasi UMKM untuk Hadapi Pandemi

Dalam rangka membangkitkan ekonomi pelaku usaha di tengah pandemi COVID-19, Direktorat Ekonomi Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen APTIKA) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar di Lombok Barat secara daring melalui Zoom Cloud Meeting selama dua hari, kamis (17/6/2021) hingga Jumat (18/6/2021).

Dalam kesempatan ini, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya Ditjen APTIKA Kemkominfo RI, Sumarno mengungkapkan bahwa COVID-19 sangat berdampak pada keberlangsungan aktivitas ekonomi di Indonesia, terutama para pelaku usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun, orang dapat menyaksikan lahirnya generasi transformasi yakni generasi yang tangguh dan tahan banting. Meski penuh rintangan, tidak sedikit yang menemukan kesempatan untuk bertahan, bangkit, dan tumbuh melalui adopsi digitalisasi.

“Saya percaya bahwa para pelaku UMKM merupakan pejuang yang tangguh dalam menghadapi tantangan di saat ini karena sebagai motor penggerak pemulihan perekonomian bangsa dan berkontribusi dalam mendukung terpenuhinya kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Sumarno.

Ia melanjutkan, berbelanja online kian diminati pembeli saat pandemi karena promo yang ditawarkan platform online selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dibuat pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia, harga lebih murah, lebih banyak waktu luang mengakses online shop, serta menghindari kontak virus menjadi alasan pembeli memilih berbelanja online.

Sumarno menambahkan, Kemkominfo RI memiliki program pendampingan UMKM naik kelas tahun 2021-2024 dengan menargetkan lokasi di 10 destinasi wisata super prioritas antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Banten, dan Jakarta. Adapun Fasilitasi Pendampingan UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital pada end to end value chain dengan tujuan memperlua akses pemasaran, meningkatkan pendapatan, meningkatkan daya saing dan inovasi, meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis.

“Ada lima modul pelatihan yang diberikan kepada pelaku UMKM adalah terkait dengan pemanfaatan media sosial  untuk berjualan online, platform e-commerce untuk berjualan online, fintech, POS system, serta pemanfaatan teknologi 4.0 yaitu IoT, ERP, dan AI untuk Asisten Pintar,” tambah Sumarno.

Bimtek Kelompok Informasi Masyarakat bertajuk ‘Transformasi Menuju KIM Digital’ diikuti oleh 223 orang perwakilan KIM Kabupaten/Kota yang berasal dari 34 Provinsi di Indonesia termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili oleh KIM Sembada Kabupaten Sleman yang telah lolos registrasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)

image_pdfimage_print
Bagikan: