Gamping – Untuk menjaga Sungai Bedog agar tetap berfungsi sesuai dengan peruntukannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Komunitas Bedog Lestari dan Relawan Kekandhangan melaksanakan kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) bertempat di Bantaran Sungai Bedog, Padukuhan Kaliabu, Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Minggu (26/9/2021).
Kegiatan dihadiri oleh Panewu Gamping Sarjono, Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Sleman, Purwoko Sasmoyo didampingi Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Lingkungan Hidup, Sasikirana, serta Lurah Banyuraden, Sudarisman.
Dalam sambutannya Panewu Gamping, Sarjono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Prokasih tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di wilayah Rt 04 Rw 13 Kaliabu dengan tujuan membersihkan sampah, limbah rumah tangga, serta pepohonan yang roboh di badan sungai yang dapat mengotori, mencemari, dan menghambat aliran air.
“Mari jaga dan rawat bantaran Sungai Bedog ini agar tidak tercemar oleh limbah rumah tangga. Jangan membuang sampah secara sembarangan di Sungai Bedog agar kualitas airnya tetap baik dan alirannya lancar, sehingga dapat mencegah bahaya banjir karena saat ini sudah memasuki musim penghujan,” pesan Sarjono kepada warga RW 13 Kaliabu.
Sebelum dimulai pembersihan sungai, secara simbolis Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup, Purwoko Sasmoyo menyerahkan peralatan pendukung yang digunakan untuk membersihkan bantaran Sungai kepada Ketua Komunitas Bedog Lestari, Iskandar disaksikan oleh Panewu Gamping dan Lurah Banyuraden dilanjutkan eksekusi pengambilan sampah yang menghambat aliran air sungai.
Di sela-sela kegiatan, Purwoko mengatakan bahwa tujuan kegiatan Prokasih agar tercapai kualitas air sungai yang baik sehingga dapat meningkatkan fungsi sungai dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan, dan terciptanya sistem kelembagaan yang mampu melaksanakan pengendalian pencemaran air secara efektif dan efisien.
“Yang tidak kalah penting adalah jika kegiatan ini dilakukan secara berkala dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian pencemaran air sungai, serta sungai terbebas dari sampah sehingga aliran air di musim penghujan tetap lancar terhindar dari bahaya banjir,” pungkas Purwoko. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


