Depok- Dalam rangka peningkatan kapasitas pengajar PAUD di Sleman, Himpaudi Kapanewon Depok mengikuti workshop Kurikulum-13 (K-13) bermuatan Science, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics (STEAM) berbasis Higher Order of Thinking Skill (HOTS), di Twin Asri, Tridadi, Sleman pada Rabu (29/09/2021).
Kegiatan yang digelar oleh Bagian Kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman tersebut diikuti oleh 17 kapanewon dengan tiga pendidik PAUD non formal di tiap Kapanewon. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana, yang memberikan arahan terkait kebijakan Disdik di bidang pembinaan PAUD dan Dikmas.
Beberapa materi disampaikan oleh Kabid PAUD dan Dikmas, praktisi pendidikan dari UNY, serta Himpaudi DIY mengenai peningkatan kompetensi pendidik dalam mendesain model pembelajaran yang bermuara dalam menyusun tugas HOTS yang bermuatan STEAM.
Tujuan dari model tersebut adalah agar siswa terbiasa mengerjakan soal kontekstual yang memerlukan penalaran sederhana, problem solving, serta konsep berfikir yang holistik dan komperhensif sesuai dengan umur dan perkembangan anak usia dini.
Ketua Himpaudi Kapanewon Depok, M. Fatkhurrahman Masykur, menyampaikan bahwa kegiatan workshop tersebut diharapkan membuka wawasan baru dan mindset pendidik PAUD untuk dapat diimplementasikan tiap Lembaga PAUD yang ada di Kapanewon Depok.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat dijadikan wahana untuk sharing, networking, dan berbagi ilmu antar pendidik.
“Kegiatan ini sangat berguna bagi guru PAUD maupun orang tua, karena dengan menggunakan pembelajaran pendekatan STEAM ini orang tua dapat memanfaatkan barang yang ada di sekitar dan menghemat biaya yang dikeluarkan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut ditampilkan pula inovasi media bermain serta pembelajaran anak didik PAUD oleh Himpaudi Kapanewon Depok berupa material seperti kancing, manik-manik, biji rotan, biji kamboja, tutup botol, stik es krim, sedotan, dan lainnya yang disusun sebagai cendera mata yang menarik.
Media pembelajaran yang dipamerkan tersebut melatih soft skill serta daya kreatifitas anak dalam merangkai sesuatu. Unsur STEAM berbasis HOTS melalui metode pembelajaran ini secara tidak langsung akan terstimulus pada anak, walau dengan model bermain seperti dunia anak-anak usia dini. (Ari Sutanti/KIM Depok)


