Berbah – Tampuk pimpinan di lingkup Pemerintahan Kapanewon Berbah resmi dipegang oleh panewu baru, Rohmiyanto. Hal tersebut terjadi setelah dilakukannya serah terima jabatan antara panewu baru dengan yang lama, Wildan Solichin, bertempat di Pendopo Kepanjen Kapanewon Berbah, Senin (27/12/2021).
Pergeseran pimpinan di Kapanewon Berbah terjadi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 143/kep.KDH/PS/D/4/2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman. Proses sertijab dihadiri langsung oleh Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, serta Forkompimda Berbah.
Panewu lama, Wildan Solichin mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya selama ia menjabat sebagai Panewu, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Kapanewon Berbah dapat berjalan lancar selama 3 tahun ia menjabat. “Meskipun masih banyak kekurangan,” ungkapnya.
Dengan diangkatnya panewu yang baru, Wildan berharap Kapanewon Berbah dapat semakin berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Hal senada juga diutarakan oleh Panewu Berbah yang baru, Rohmiyanto. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Berbah untuk bersama-sama membangun Berbah menjadi lebih baik lagi.
Sementara itu, Asisten Sekda Sleman Bidang Pemerintahan dan Kesra, H.Y. Aji Wulantara yang hadir dalam sertijab mewakili Bupati Sleman mengucapkan selamat bertugas kepada Panewu Berbah yang baru. Ia juga mengatakan proses pertukaran dan mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di pemerintahan. “Hal tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan dan peningkatan karir,” imbuhnya.
Aji mengatakan jabatan panewu memiliki arti penting, di mana panewu merupakan perwakilan langsung pemerintah kabupaten di sebuah kapanewon. “Jadi panewu harus mampu menyelesaikan semua masalah yang ada id wilayah kapanewon tempat ia ditugaskan,” ujar Aji.
Ia juga menggarisbawahi posisi panewu di Kapanewon Berbah karena berbatasan langsung dengan wilayah kabupaten tetangga. Menurutnya, seorang pemimpin yang wilayahnya berbatasan dengan kabupaten lain harus memiliki karakteristik Sleman, di samping kecerdasan intelektual dan emosional.
“Memiliki karakteristik Sleman, yaitu prasojo, welas asih, sembodo, dan tembayatan,” jelasnya
Aji menjelaskan bahwa prasojo memiliki arti sederhana apa adanya, welas asih memberi pelayanan dengan kasih sayang yang tergambar pada pusaka Sleman tombak kyai Turun Sih, sembodo menyelesaikan semua masalah tidak lari dari tanggung jawab, serta tembayatan adalah kerja sama saling menolong.
“Dimohonkan untuk semua elemen baik pemerintahan dan lembaga mendukung program panewu baru. Tanpa dukungan semua pihak, keinginan untuk menjadikan Berbah lebih baik tidak akan berhasil,” tutup Aji. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)


