Jembatan Kalimadu Resmi Beroperasi

Berbah – Masyarakat Berbah dan Prambanan, terutama warga Kalitirto dan Madurejo akhirnya bisa mudah untuk beraktivitas. Pasalnya, kedua kalurahan tersebut kini telah memiliki akses jembatan yang memudahkan mobilitas antar warga. Sebelumnya, warga di kedua kalurahan tersebut harus memutar jauh jika ingin saling berkunjung, karena posisi kedua kalurahan tersebut yang dipisah oleh aliran Kali Opak. Akibatnya, mobilitas warga di kedua kalurahan tersebut jadi terganggu.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Sleman akhirnya membangun jembatan penghubung antar Kalurahan Kalitirto dan Madurejo. Jembatan yang memiliki lebar 9 Meter dan panjang 80 Meter ini diresmikan langsung oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo pada Rabu (29/12/2021). Menghabiskan dana hingga 21,1 Milyar, jembatan ini diberi nama Kalimadu, berasal dari dua kalurahan yang dihubungkan aksesnya, yaitu Kalitirto dan Madurejo.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap pembangunan jembatan ini dapat meningkatkan komunikasi antar warga Kalitirto dan Madurejo, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi antar kalurahan tersebut, terutama di sektor UMKM.

“Bukan hanya peningkatan bidang ekonomi, namun ke depan diharapkan perkembangan di bidang pariwisata bisa dikembangkan karena wilayah Sleman Timur banyak objek wisata andalan, dan Juga perkembangan bidang yang lain sehinga menjadikan masyarakat kabupaten Sleman lebih Sejahtera,” tambah Kustini.

Taufik Wahyudi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Sleman menuturkan bahwa pembangunan Jembatan Kalimadu ini dilakukan dalam dua tahap. Pembangunan pondasi dilakukan pada tahun 2019 yang menghabiskan dana hingga 10,5 Milyar Rupiah. Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan badan jembatan hingga selesai pada tahun 2021.

“Direncanakan tahun 2022 akan dibangun guardrail (pagar pembatas) dan peningkatan ruas jalan yang belum selesai dikerjakan,” ujar Taufik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana berharap jembatan ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas menuju Lava Bantal dan jalan Piyungan Prambanan.

“Karena warga gunung kidul (selatan) Piyungan dan Prambanan bila mau ke Jogja akan bisa melalui jembatan Kalimadu dan akan mepersingkat waktu tempuh,” tambah Arip. (Kusnadi/KIM Tirto Gumregah Berbah)

image_pdfimage_print
Bagikan: