Sleman – Menjadi anggota RAPI adalah relawan murni, gajinya tidak ada dan tidak ada tendensi apapun. Demikian disampaikan Tugiman, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Ngaglik dalam acara syawalan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Jumat (28/5/2022) di Aula Kapanewon Ngaglik.
Sehingga, Tugiman mengapresiasi RAPI Ngaglik yang telah membantu dalam komunikasi dengan tidak mengenal waktu, tidak mengenal lelah menginformasikan perkembagan keadaan.
“Ketika pandemi COVID-19 yang lalu, RAPI juga memiliki peran yang sangat besar sampai ke pelosok wilayah lereng Merapi, membantu Bapak Ibu Guru dalam proses belajar mengajar sehingga segala sesuatunya dapat diantisipasi,” kata Tugiman.
Tugiman berharap semangat dan kerelawanan RAPI ini dapat ditiru para generasi muda untuk turut berjuang dalam kegiatan kemanusiaan.
Sementara itu Mujadid, salah satu anggota RAPI dengan kode JZ12JIR sebelum menyampaikan Ikrar syawalan dan doa menyampaikan kutipan Ayat Al Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 133 dan 134 yang artinya “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Mujadid menjelaskan bahwa nafkah tidak selalu berupa uang, namun juga waktu dan pikiran, serta menahan diri dari rasa marah dan memaafkan kesalahan orang lain.
“Orang melakukan kesalahan ada tingkatannya, ada yang tidak sengaja lalu meminta maaf. Ada yang sengaja lalu meminta maaf. Tapi ada juga orang yang sengaja meminta maaf tapi tidak mau meminta maaf. Karena itulah Allah menciptakan Syawal sebagai sarana untuk saling memaafkan agar kita semua termasuk golongan orang yang bertakwa,” jelas Mujadid lagi. (Endarwati/KIM Donoharjo)


