Ngaglik – Kelompok Pengelola Sarana dan Prasarana Air Minum dan Sanitasi(KP SPAMS) Tirto Wening dari Padukuhan Penen, Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik adalah komunitas masyarakat yang mengelola air bersih secara mandiri. Dibentuk pada 2 Februari 2020, KP SPAMS Tirto Wening ini merupakan keberlanjutan dari program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat) tahun 2018.
“Setelah dibentuk, pendataan pemasangan water meter dilakukan bulan Maret dan April, dilanjutkan pemasangan water meter pada bulan Mei-Juni 2020. Uji coba dilaksanakan bulan Juli dan Agustus, dan pembayaran dimulai pada bulan September 2020,” jelas Pramudja, Ketua KP SPAMS saat memaparkan progres kelompoknya di hadapan tim juri lomba antar KP SPAMS di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (26/7/2022).
Proses pengelolaan air bersih meliputi pencatatan penggunaan air di setiap water meter, merekap dan membuat tagihan pembayaran, kemudian bagian humas yang akan menyampaikan struk tagihan kepada pelanggan sekaligus melakukan penagihan dan menyerahkan hasil pembayaran kepada bendahara. Paling lambat setiap tanggal 15 bendahara akan melakukan rekapitulasi penerimaan pembayaran sekaligus menyelesaikan pembuatan kas harian, laporan bulanan, serta neraca.
Adapun mekanisme teknis lapangan dilakukan dengan menerima pengaduan pelanggan oleh bagian humas disampaikan kepada bagian teknis lapangan. Bagian teknis lapangan melakukan tinjauan lokasi sekaligus analisa penyelesaian dan melaporkan kepada ketua. Setelah mendapat persetujuan ketua, maka dilakukan penyelesaian lapangan.
Dukuh Penen, Maryanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa KP SPAMS Tirto Wening ini merupakan salah satu lembaga unggulan yang ada di wilayahnya. “KP SPAMS mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya air bagi hajat hidup manusia dan seluruh makhluk hidup. Jika ke depan ada masalah air bersih, ada solusinya karena KP SPAMS Tirto Wening telah melakukan pelayanan dengan sangat baik,” ucap Maryanto.
Maryanto juga mengharapkan silaturahmi dengan tim juri tetap berlanjut, tidak selesai hanya pada even lomba ini, sehingga tetap bisa mendapatkan saran, arahan, sehingga pelayanan dapat lebih maksimal.
Ketua tim juri, Dono Saputra dari Bappeda Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa tujuan lomba untuk memberikan semangat terutama atas kerja keras semoga bisa membuat salah satu KP SPAMS yang berdaya. “Salah satu yang diapresiasi adalah regenerasinya karena hal ini yang sering dilupakan. Regenerasi penting agar tidak turun kualitasnya dalam perawatan sarana prasarana dan pelayanan masyarakat,” ujar Dono.
Aspek yang dinilai meliputi kelembagaan, administrasi umum dan administrasi keuangan. Sisi teknis juga dicek, terutama dalam hal pengamanannya. “Kualitas air dicek setiap 6 bulan karena air merupakan hajat hidup utama manusia. Jika air yang dikonsumsi sehat maka bisa menyebabkan panjang umur. Sebaliknya, jika kualitas air konsumsi jelek, menyebabkan stunting dan pertumbuhan terganggu,” terang Dono.
Dono juga menyampaikan bahwa adanya KP SPAMS selain agar dapat memberikan pelayanan kebutuhan air bersih kepada masyarakat, diharapkan juga bisa memberikan tambahan penghasilan bagi pengurus yang melaksanakan tugas. (Endarwati/KIM Donoharjo)


