Workshop Best Practice dan Publikasi Karya Ilmiah SMK Muhammadiyah 1 Tempel

Sleman – Guru-guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan memiliki pengalaman dalam pengelolaan kelas, kegiatan ekstrakurikuler atau kegiatan insidental lain. Namun, seringkali berbagai kegiatan tersebut belum terdokumentasi dengan baik sebagai laporan atau dokumen bukti fisik yang menggambarkan telah terlaksananya kegiatan.

Hal ini diungkapkan Dr. Pujianto, dosen Departemen Pendidikan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam workshop pendampingan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Tempel Sleman dalam kegiatan best practice dan publikasi karya ilmiah, Rabu (3/7).

Lebih lanjut, Pujianto menambahkan terkait pentingnya penyusunan laporan best practice yang juga diperlukan sebagai dokumen pendukung akreditasi atau rujukan bagi sekolah-sekolah sekitar yang memerlukan model percontohan.

“Best practice merupakan kegiatan yang telah diselenggarakan guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, yang memberi dampak signifikan terhadap pengelolaan sekolah, pembiasaan yang baik,” ungkapnya, menjelaskan.

Ditambahkan oleh Pujianto, bahwa dampak secara luas akan lebih terwujud jika hasil best practice dari lembaga pendidikan, tidak terkecuali sekolah tingkat menengah kejuruan, dikirim ke jurnal terakreditasi, sebab akan banyak pembaca yang mengetahui temuan yang sudah diterapkan di sekolah.

“Namun demikian, saya kira masih banyak guru yang belum memiliki rasa percaya diri dalam membuat artikel dan mengirimkannya ke jurnal ilmiah,” imbuhnya.

Hal ini, menurut Pujianto, dapat menghambat program keprofesian berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, Pujianto menegaskan, ditujukan untuk melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dan guru-guru di SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman dalam menyusun laporan best practice dan artikel ilmiah.

“Hasil akhir kegiatan diharapkan dapat memberikan atmosfir akademik yang positif bagi lingkungan sekolah ini nantinya,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Pujianto berharap beberapa manfaat yang diperoleh. Antara lain, bagi para peserta pelatihan, dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilannya dalam menulis laporan best practice maupun karya ilmiah.

Sedangkan, bagi SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman, kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Adapun manfaat yang diperoleh Fakultas MIPA UNY, tempat Pujianto mengajar, kegiatan ini dapat memperkuat terjalinnya kerja sama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan kampus dalam rangka meningkatkan kinerja guru dan kualitas layanan.

“Bagi UNY, khususnya Fakultas MIPA, tempat kami, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, tentang potensi dan layanan yang dapat diberikan di Perguruan Tinggi dan sebagai wujud pelaksanaan tri dharma Perguruan Tinggi” pungkasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel Ahmad Maftuhin menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, best practice dimaknai sebagai cerita keberhasilan terbaik dalam menyelesaikan masalah ketika melaksanakan tugas sebagai pendidik.

Maftuhin berharap kegiatan ini mampu mengembangkan cara baru dan inovatif dalam mengatasi suatu masalah dalam pendidikan khususnya pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman.

“Kami sangat menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini, mudah-mudahan kerjasama antara SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan Fakultas MIPA UNY ini dapat berlanjut lagi di kesempatan yang lain,” ucapnya.

Kegiatan yang diinisiasi Profesor Mundilarto, Dr Pujianto, Dr Yusman Wiyatmo, Bayu Setiaji, MPd, Tsania Nur Diyana, MPd, dan dibantu tim mahasiswa Moh. Zoelfikar Romicio Malanua, Ignatius Andrew Joeng, Istiqomah Falahintari Prayudi, dan Amrina Rosyada ini diikuti oleh guru dan tenaga pengajar SMK Muhammadiyah 1 Tempel Sleman. (Athiful/KIM Depok)

image_pdfimage_print
Bagikan: