Untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para kader pos pelayanan terpadu (Posyandu) dalam memberikan layanan kesehatan bagi para lansia, maka Pemerintah Kalurahan Banyuraden menggandeng Puskesmas Gamping II menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis posyandu lansia terpadu lewat serapan dana Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang digelar di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Selasa (23/7/2024).
Kegiatan diikuti oleh perwakilan kader Posyandu dan lansia dari Padukuhan Dukuh, Banyumeneng, Kanoman, Somodaran, Kaliabu, Dowangan, Sukunan, serta Modinan yang menerima materi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Rr. Indriana Kumalasari dan Fuad Masykuri dari Puskesmas Tempel I yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan lansia, mengidentifikasi kebutuhan khusus lansia, hingga cara memberikan pelayanan yang tepat dan ramah.
Dalam sambutannya, Lurah Banyuraden, Sudarisman didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Banyuraden, Kwintartiningsih Pospoputri berharap kepada para kader Posyandu lansia usai mengikuti bimbingan teknis dan memahami mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta pengaturan pola makan bergizi agar dapat mendistribusikan informasi kepada warga di saat ada kegiatan Posyandu di masing-masing padukuhan.
“Saya berharap para peserta bimtek dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia di wilayahnya masing-masing, sehingga kualitas hidup lansia akan semakin baik, serta tercipta lingkungan yang lebih peduli dan mendukung kesejahteraan lansia,” tutur Sudarisman.
Senada hal tersebut, Kepala Puskesmas Gamping II, dr. Aris Misyari menegaskan bahwa penerapan konsep Integrated Learning and Practice (ILP) di Posyandu menjadikan pelayanan kesehatan yang diberikan dapat lebih holistik dan terpadu. Karena konsep ILP mengintegrasikan pembelajaran teori dengan praktik langsung di lapangan sehingga kader posyandu tidak hanya memahami aspek teoretis, namun sekaligus mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara efektif dalam pelayanan.
“Dengan pendekatan ini, diharapkan kader Posyandu dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, mulai dari deteksi dini penyakit hingga pemberian edukasi kesehatan yang tepat sasaran,” tegas dr. Aris.
Sementara, Rr. Indriana Kumalasari selaku narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menekankan pada pengukuran tingkat kemandirian sebagai indikator keberhasilan program-program kesehatan yang telah dijalankan. Adapun tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang sadar dan bertanggung jawab atas kesehatan dirinya sendiri, sehingga akan mengurangi beban pada fasilitas kesehatan serta memastikan layanan kesehatan yang berkelanjutan dan merata. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Kapanewon Gamping)


