Piknik Keluarga ke Amerika, Sarana Dialog Budaya Siswa NSLI-Y di Ngemplak Sleman

Sleman – Taman Bacaan Masyarakat Mata Aksara menerima kunjungan 16 siswa dari Amerika Serikat yang tergabung dalam program National Security Language Initiative for Youth (NSLI-Y), Selasa (30/07/2024). Keenambelas siswa itu disambut dengan tari pembuka dan geguritan. Sambutan yang kental dengan nuansa Jawa, menjadi pembuka perkenalan saudara dari dua benua ini.

Hadirnya siswa NSLI-Y dan 16 keluarga di Mata Aksara, didesain dalam kegiatan “Piknik Keluarga ke Amerika Serikat”. Kegiatan ini berupa dialog budaya antara siswa NSLI-Y dan keluarga Mata Aksara. Tiap keluarga beranggotakan antara 2 sampai 4 orang, yang mana masing-masing keluarga setidaknya terdiri dari ibu dan satu orang anak.

Pengelola Mata Aksara, Nuradi Indra Wijaya menyampaikan bahwa ini adalah tahun ketiga diselenggarakan kegiatan serupa. “Tahun ini para ibu dilibatkan secara aktif untuk berdiskusi dengan siswa dari Amerika,” tuturnya.

“Tentu dimaksudkan agar Ibu bisa menjadi model bagi putra-putrinya, bahwa belajar tidak mengenal usia. Semangat belajar sepanjang masa ini diharapkan terbawa dalam lingkup pengasuhan keluarga,” sambung Nuradi.

Pada lima kelompok kecil yang beranggotakan 3 sampai 4 siswa NSLI-Y, mereka berdiskusi dengan 3 sampai 4 keluarga. Pertemuan ini dimaksudkan sebagai ajang bertukar cerita tentang budaya di Indonesia dan Amerika.

Di mana, siswa NSLI-Y berbagi cerita tentang sekolah, makanan, suasana, dan budaya di Amerika. Begitupun keluarga Indonesia menceritakan aneka budaya Indonesia.

Seorang siswa dari Massachusetts, Quyen menyampaikan kegiatan ini merupakan acara yang luar biasa.  “Kami biasanya belajar budaya Indonesia, sehingga ketika kami diberi kesempatan berbagi tentang budaya dan kehidupan kami di Amerika, kami merasa senang bisa berdiskusi,” tandasnya.

Hadirnya 16 siswa NSLI-Y untuk belajar bahasa Indonesia selama enam minggu ini, pada akhirnya menjadi pembuka banyak hal. Ibu Dian yang mengajak dua putrinya menyampaikan, “Saya dan anak-anak merasa senang bisa bertukar cerita. Meski anak-anak masih malu, pertemuan ini membuka semangat mereka. Putri saya, Amabelle suatu saat ingin ke Amerika,” ungkapnya.

Program NSLI-Y yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, dan di Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bina Antarbudaya. Kegiatan  ini diharapkan bisa menjadi jembatan tumbuhnya persahabatan dan persaudaraan antara warga Amerika Serikat dan warga Indonesia.  (Nuradi/KIM Ngemplak).

image_pdfimage_print
Bagikan: