Pasbuja Kawi Merapi Luncurkan Buku Mitos-Mitos Penjaga Mata Air

Sleman – Setelah meluncurkan Buku Topinimi 3, Paguyuban Sastra Budaya Jawa ( Pasbuja) Kawi Merapi meluncurkan Buku Mitos-mitos Penjaga Mata Air. Buku tersebut diliris pada hari Minggu (29/9/2024) di Rumah makan Kembang Desa Senuka, Sidoagung, Godean, Sleman.

Buku Mitos-mitos Penjaga Mata Air tersebut ditulis oleh 10 penulis anggota Pasbuja Kawi Merapi dengan editor R. Toto Sugiharto.

Menurut Wiwien Widyawati Rahayu, Litbang Pasbuja Kawi Merapi dan juga sebagai Dosen FIB UGM bahwa buku tersebut merupakan awal untuk berpijak dalam kancah nasional. Lebih lanjut Wiwien menuturkan bahwa buku tersebut bisa terwujud atas kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah  X Yogyakarta.

“Terimakasih kepada para penulis yang dengan penuh semangat melaksanakan tugasnya, sehingga dalam waktu sepekan bisa tuntas melaksanakan tugasnya,” tuturnya.

Selanjutnya Sutopo Sugiharto, Ketua Pasbuja Kawi Merapi memberikan apresiasi kepada para penulis yang telah bekerja keras, cerdas dan tuntas. Sutopo juga menyampaikan Terima kasihnya kepada pemerintah yang telah mendukung program tersebut.

“Dengan kerja kita yang sesuai target ini, semoga menjadi parameter bagi pemerintah, sehingga nantinya tidak bosan untuk mendukung dan membantu program Pasbuja Kawi Merapi,” ungkapnya.

Menurut R. Toto Sugiharto bahwa buku tersebut memuat tentang sepuluh sumber air. Empat sendang, empat embung, satu pancuran dan satu umbul. Masing-masing memiliki karakteristik yang memiliki keunikan dalam kisahnya.

“Dengan dikemas dalam bahasa yang menarik, sehingga membuat pembaca bisa berimajinasi dengan keindahan alam yang tersimpan di bumi Sleman ini,” ungkap Toto.

Menurut sastrawan Budi Sarjono Buku yang memuat Mitos-mitos penjaga air di Sleman tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.

“Semoga para penulis tidak bosan selalu berkontribusi untuk Pasbuja,” harap Budi. (Giek/ KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: