Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Pasar Murah dengan tagline “Semar Mesem Lan Mrantasi” di 17 Kapanewon se-Kabupaten Sleman. Jadwal pelaksanaan Pasar Murah di Kapanewon Seyegan berlangsung pada, Kamis (7/11/2024) di pendopo dan halaman kantor Kapanewon Seyegan.
Seperti tahun tahun sebelumnya, Disperindag Sleman menggandeng distributor Bulog untuk pengadaan beras, tepung, gula dan minyak goreng. Sedangkan distributor lainnya, seperti Gapoktan Sidomulyo untuk pengadaan beras premium, Pinsar Sleman untuk pengadaan telur, dan PT Saliman untuk pengadaan karkas ayam broiler.
Perwakilan Disperindag Sleman, Sutrisno menyampaikan keluhannya dengan melihat kondisi pelaksanaan Pasar Murah yang sepi pengunjung. Ia mengatakan Pasar Murah kali ini Relatif sepi pengunjung. Artinya antrian calon pembeli tidak terjadi, kursi yang disediakan oleh panitia banyak yang kosong, transaksi di outlet penjualan pun sangat terkendali.
“Dihari pertama kemarin di Kapanewon Moyudan dan Minggir juga terjadi hal yang sama,” jelas Sutrisno.
“Padahal pelaksanaan tahun kemarin, saat pembagian kupon saja, orang rela bersitegang dengan dengan yang lain. Belum masalah pembatasan bahan pokok yang akan dibeli,” tandasnya.
Sutrisno juga menambahkan tujuan Pasar Murah ini untuk pengendalian inflasi daerah. Namun dengan kenyataan di lapangan dengan minimnya pengunjung pasar murah memerlukan analisa tersendiri. Apakah waktunya tidak tepat, promosi yang kurang gencar atau harga kebutuhan bahan pokok di pasaran yang relatif stabil. Atau bahkan alasan politis dengan waktu yang berdekatan dengan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sleman perlu dilakukan analisa.
Terkait hal itu, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati mengatakan pihaknya telah melakukan publikasi acara melalui berbagai platform.
“Promosi sudah dilakukan melalui jejaring Kapanewon seperti tahun tahun yang lalu”, jelas
“Bahkan tahun ini ada pasar bebas yang dimanfaatkan oleh titik kumpul cabai dan sayur Bunder Purwobinangun Pakem dengan membawa komoditi cabai rawit original dan cabai merah keriting di stand penjualan. Harapannya, pasar murah yang digelar ini menjadi “test cade” produk holtikultura yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap Rini.
Dengan kondisi yang ada, Sutrisno mengambil kebijakan untuk tidak membatasi jumlah pembelian dari pengunjung karena stok barang yang masih banyak.
“Harapannya target 300 pembeli dari kuota 600 pembeli bisa tercapai. Artinya 50 persen dari kuota yang dipersiapkan dapat dipenuhi,” katanya.
Pemerintah akan tetap menggelar kegiatan Pasar Murah seperti ini minimal dua kali dalam setahun, terutama menjelang Hari Raya Idhul Fitri. Mengingat, pada waktu krusial tersebut seringkali terjadi gejolak harga bahan pokok yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
“Dengan pasar murah ini dapat menjadi solusi penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokoknya,” tutur Sutrisno. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)


