Memperingati hari ibu ke-96, komunitas perempuan Jaban yang terdiri dari PKK, KWT dan kader kesehatan mengadakan kegiatan apel bendera di halaman rumah Ketua RT 02 RW 32.
Apel bendera dilaksanakan pada hari Minggu, 22 Desember 2024 dimulai tepat jam 08.00 WIB, dengan pembina upacara Lurah Tridadi, Sri Hartati, dan komandan upacara Suharyati selaku ketua Posyandu Jaban yang juga seorang guru TK di TK PKK Tridadi.
Dalam amanatnya, Sri Hartati menyampaikan apresiasi pada kaum perempuan Jaban yang masih mempunyai rasa nasionalisme tinggi dan menghargai perjuangan pahlawan, dibuktikan dengan semangat melakukan apel bendera dalam rangka Hari Ibu.
Dalam kesempatan tersebut Lurah Tridadi mengemukakan harapannya, agar wanita-wanita Padukuhan Jaban selalu menjadi pelopor penggerak pembangunan di berbagai bidang, diantaranya bidang kesehatan dengan menjadi anggota kader kesehatan/posyandu yang peduli kesehatan bayi, anak, remaja dan orang tua, bidang ketahanan pangan dengan menjadi anggota KWT yang selalu menanam walau hanya satu pohon di halaman rumahnya, bidang pendidikan formal dan non formal dengan menjadi pengajar TPA ataupun menjadi pengajar/pendidik bagi putra putrinya, bidang ekonomi dengan giat UMKM dan bidang kelestarian lingkungan hidup dengan menjaga SPAH di lingkungannya dan selalu mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan benar.
“Wanita Jaban harus menjadi pelopor dan warga yg solutif tentang permasalahan yang sedang menjadi permasalahan global tentang sampah, yaitu dengan menyelesaikan sampahnya di rumah masing-masing, dengan cara memilah sampah dari rumah kemudian memasukkan sampah organik dalam suko uwor uwor (sumur kompos untuk uwuh organik), sedangkan sampah an organik berupa plastik ataupun kertas disetor di Bank Sampah Berkah Jaban,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Sri Hartati juga menyampaikan bahwa dengan melakukan apel bendera ini artinya wanita Jaban bisa menghargai dirinya sendiri, menunjukkan eksistensi diri dan menunjukkan cinta kepada NKRI karena dalam apel bendera dilakukan penghormatan bendera merah putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan mengheningkan cipta untuk mengenang dan mendoakan para pahlawan termasuk Ibu Dewi Sartika yang berjuang di sekitar tahun 1928 yang lampau.
(Sri Hartati/KIM Sleman)


