SLEMAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman terus menggalakkan Program Lada Manis (Layanan Darah Sleman Gratis), yaitu layanan transfusi darah tanpa biaya bagi warga Sleman yang membutuhkan. Program ini telah berjalan sejak 1 Januari 2019 dan bertujuan mempermudah akses layanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang memerlukan transfusi darah.
Hal tersebut kembali ditegaskan oleh Sekretaris PMI Kabupaten Sleman, Jazim Sumirat, S.H., M.Si, dalam Rapat Kerja Tahunan PMI Kapanewon Cangkringan yang digelar Rabu (28/5/2025) di Kopi Dalan Anyar, Glagaharjo, Cangkringan.
“Melalui Lada Manis, kami ingin memastikan tidak ada warga Sleman yang kesulitan mendapatkan darah karena alasan biaya. Ini bentuk komitmen kemanusiaan PMI,” ujar Jazim.
Ia juga mengapresiasi kinerja PMI Kapanewon Cangkringan yang dinilai berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat secara masif dalam kegiatan donor darah. “Cangkringan selalu mencatatkan jumlah pendonor terbanyak di Sleman. Ini menjadi bukti kuat bahwa gerakan kemanusiaan bisa mengakar jika dikelola bersama,” tambahnya.
Raker tahunan PMI Cangkringan turut dihadiri berbagai pihak, termasuk pengurus PMI Kabupaten Sleman, perwakilan Kapanewon Cangkringan, Polsek, Puskesmas, PT Merapi Golf, IGTK, TKSK, Karang Taruna, serta para penggiat donor darah dan relawan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Endri, Ketua PMI Kapanewon Cangkringan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rencana kerja tahun 2025 yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan PMI di wilayahnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah mendukung program kemanusiaan PMI.
“Kami tidak henti-hentinya bersyukur atas kolaborasi yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat. Tanpa dukungan mereka, kegiatan donor darah dan misi kemanusiaan lainnya tak akan berjalan lancar seperti sekarang,” ucap Endri.
Program Lada Manis diharapkan terus memperkuat solidaritas sosial masyarakat Sleman, serta memastikan bahwa kebutuhan darah selalu tersedia untuk siapa pun yang membutuhkan, tanpa terkendala biaya. (Mujiyanta/KIM Wara Aji Cangkringan)


