Kompetisi Pegon; Menulis Masa Depan dengan Aksara Leluhur

Sleman – Di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi huruf latin dalam dunia pendidikan, aksara pegon perlahan mulai kehilangan tempat di hati generasi muda. Aksara yang dulunya hidup subur di lingkungan pesantren dan literasi Islam Jawa itu kini hanya dikenal oleh segelintir orang. Karenanya, menghadirkan kompetisi menulis naskah dan kaligrafi menggunakan aksara pegon bagi pelajar…

Selengkapnya

Seni Kubro sebagai Dakwah Kultural Menjaga Spirit Islam Lewat Tarian

Sleman – Festival Mlangi telah menjadi ruang penting bagi kelompok seni lokal untuk menunjukkan eksistensinya. Diselenggarakan rutin setiap tahun di kawasan religius yang terkenal dengan tradisi pesantrennya, festival ini menjadi pertemuan antara budaya, agama, dan kreativitas warga. Di sinilah Kubro Sekar Arum Nogotirto mendapatkan panggung yang sepadan. Di tengah arus modernisasi, mereka bersikukuh menjaga warisan…

Selengkapnya

Semarak Hardiknas 2025, SD Muhammadiyah Semingin Gelar Lomba Mewarnai

Sleman – Dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, SD Muhammadiyah Semingin menggelar Lomba Mewarnai untuk tingkat PAUD dan TK, pada Sabtu (10/5/2025).  Menurut Kepala PAUD, Eny Purwaningsih, lomba diikuti oleh 110 anak PAUD dan TK dari Sleman, Bantul hingga Kulon Progo.  “Selamat datang di sekolah kami. Kami siap mengantarkan siswa menjadi pribadi yang…

Selengkapnya

Sosialisasi dan Outbond anti Bullying, Membangun Keharmonisan Sejak Usia Dini

Sleman – Sebanyak 50 anak usia SD, SMP, SMA dan sederajat Padukuhan Penen, Donoharjo, Ngaglik, begitu antusias, bahagia dan bersemangat mengikuti outbond anti bullying. Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu (11/5/25), di Aula Masjid Baitul Hasanah Penen itu, dipandu oleh Eka Sastra beserta kawan-kawan dari Pordam (Pelopor perdamaian) Kabupaten Sleman, dan Satgas PPA (Perlindungan Perempuan dan…

Selengkapnya

Membaca Warisan, Menulis Peradaban Lewat Kajian dan Kursus Menulis Aksara Pegon

Sleman – Di masa lampau, aksara pegon menjadi media utama para ulama menyampaikan ilmu, menulis tafsir, dan mengekspresikan kebudayaan Islam yang membumi. Aksara Pegon digunakan untuk menulis bahasa Jawa dengan huruf Arab di sejumlah pesantren seperti Krapyak, Termas, hingga Mlangi sendiri. Pegon bukan sekadar sistem tulisan, melainkan bagian dari identitas dan laku intelektual santri. Pentingnya…

Selengkapnya
image_pdfimage_print