Pasar Krempyeng dari Masa ke Masa

Sleman – Pasar Krempyeng adalah pasar tradisional yang karena sifatnya yang sementara atau cepat bubar, biasanya hanya buka pada hari-hari tertentu dalam satu pekan. Istilah “Krempyeng” sendiri dalam bahasa Jawa berarti “cepat bubar” atau tidak bertahan lama.

Nama Pasar Krempyeng banyak berdiri di beberapa daerah, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini biasanya berlokasi di desa atau daerah tertentu dan menjadi pusat transaksi jual beli kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat sekitar. Salah satunya adalah pasar Krempyeng yang berada di Dakawon, Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Carik Sumbersari, Junaidi menjelaskan bahwa pasar tradisional tersebut sudah berdiri sejak zaman Kolonial Belanda. Semula banyak penjual yang berderet di pinggir jalan. Para penjual menjajakan dagangannya dengan menggelar alas seadanya, ada juga yang membuat gubuk bambu sebagai tempatnya.

“Pada tahun 1975, Pemerintah Kalurahan Sumbersari memfasilitasi tempat berjualan dengan membuatkan los (kedai) dalam satu lokasi, dan dilengkapi kios-kios yang lebih permanen. Dengan menggunakan tanah kas desa seluas 1.600 meter persegi, para pedagang mulai menempati los dan kios tersebut, sehingga tidak lagi berada di tepi jalan,” jelasnya saat ditemui, Kamis (10/7/2025).

Pada tahun 1982, los pasar yang kurang memadai dibangun yang lebih permanen dengan lantai keramik dan atap asbes. Seiring dengan munculnya pasar modern yang tumbuh di mana-mana, diikuti dengan pola hidup masyarakat, Pasar Krempyeng mulai sepi. Aktifitas pasar mulai berkurang pula.

Sebagai upaya menghidupkan kembali, Pemerintah Kalurahan Sumbersari menggunakan dana desa pada tahun 2023, mulai memindahkan kios di sisi timur ke belakang. Kios yang semula mepet jalan sehingga menutup los yang di belakangnya. Kemudian di tahun 2024 memindahkan kios di sisi barat. Untuk melengkapi sarana parkir yang lebih preventif maka pada tahun 2025 dibangun tempat parkir yang berada di depan los-los tersebut.

Setelah dibangun sarana tersebut pasar Krempyeng Dakawon mulai menggeliat, pedagang kebutuhan sehari-hari berjualan setiap hari.

Pasar Krempyeng yang semula sepi sekarang nampak hidup kembali. Carik Sumbersari, berharap dengan adanya Pasar Krempyeng diharapkan bisa menjadi penyangga ekonomi masyarakat.

“Pasar ini diharapkan dapat membangkitkan sekaligus menyangga perekonomian warga,” ujarnya. (Giek / KIM Moyudan)

image_pdfimage_print
Bagikan: